Program B50 Butuh Rp 32,3 Triliun di 2026, BPDP Pastikan Kesiapan Anggaran

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Muhammad Alfansyah
Sumber :
  • Antara

Jakarta, VoxPop – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melalui Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir, Muhammad Alfansyah, memastikan kesiapan anggaran pihaknya untuk mendanai program implementasi biodiesel 50 persen (B50) hingga subsidi solar bagi nelayan.

img_title MK Ingatkan Negara Tak Boleh Kurangi Anggaran Pendidikan 20 Persen Apapun Keterbatasan APBN yang Dialami

“(Soal kesiapan anggaran) BPDP siap support saja,” kata Alfansyah di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Dia memperkirakan kebutuhan dana program biodiesel tahun ini mencapai sekitar Rp 32,3 triliun. Namun, Alfansyah memastikan program-program pendukung di sektor sawit tetap berjalan dan tidak terganggu.

img_title Istana Hormati Putusan MK soal Anggaran MBG Dipisah dari Pendidikan: Kami Pelajari Dulu, Mohon Waktu

Ilustrasi penerapan B50

Photo :
  • Istimewa

Antara lain mulai dari program peremajaan sawit rakyat (PSR), program sarana dan prasarana (sarpras), pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga pendanaan riset.

img_title MK: MBG Pakai Anggaran Pendidikan sebagai Cara Pemerintah Penuhi Mandat 20 Persen Dana Pendidikan

“Sudah saya sampaikan tadi, PSR, sarpras, riset, SDM, tidak boleh tidak ada dananya, itu pasti harus ada,” ujarnya.

Selain program B50, Dia mengatakan bahwa BPDP juga mempersiapkan anggaran yang dibutuhkan untuk 400 ribu kiloliter solar bagi nelayan.

Alfansyah menjelaskan, anggaran yang disiapkan kurang dari Rp 1,5 triliun, dengan asumsi subsidi yang akan ditanggung oleh BPDP sebesar 3.600 per liter dan dikalikan dengan alokasi solar yang ditetapkan sebesar 400 ribu kiloliter.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemberian harga khusus bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 15.000 per liter bagi pengusaha nelayan, yang mengoperasikan kapal berukuran 30 hingga 200 gross ton (GT).

“Karena pengusaha nelayan ini perlu diberikan harga kekhususan, tadi dibahas bahwa harga yang disepakati adalah di harga Rp15.000 per liter,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Senin, 13 Juli 2026.

Dia menjelaskan, harga BBM non-subsidi sebelumnya sempat mencapai Rp 21.300 per liter. Sementara itu, nelayan dengan kapal di bawah 30 GT telah memperoleh BBM bersubsidi seharga Rp 6.800 per liter.

Menurut Airlangga, harga rata-rata produksi solar dalam negeri sekitar Rpv18.600 per liter. Selisih sekitar Rp 3.600 per liter akan dibiayai melalui dana BPDP dan bukan dari APBN. (Ant).

BBM jenis Biosolar B50 sudah ada di SPBU Pertamina

Reformasi Tata Kelola Biodiesel Dinilai Perkuat Implementasi B50

Penerapan mandatori biodiesel B50 dinilai dapat memperkuat ketahanan energi nasional ke depannya. Namun, di balik kebijakan ini ada banyak biaya dan tagihan tersembunyi.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut