Komisi Perlindungan Anak 'Kecam' Twitter Soal Pornografi

Logo media sosial Twitter terlihat di tengah kelopak mata.
Sumber :
  • Reuters/Fabrizio Bensch

VoxPop.co.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta jejaring sosial Twitter secara otomatis memblokir konten pornografi.

img_title Astaga! Host Live Porno Libatkan Anak di Bawah Umur untuk Bugil Demi Banjir Gift

Dengan itu, maka tidak perlu lagi harus menunggu pelaporan seperti yang selama ini diterapkan oleh Twitter. "Twitter (harus) melakukan inovasi dan perbaikan sistem yang senafas dengan norma perlindungan anak di Indonesia dan tidak menunggu laporan," kata Ketua KPAI, Susanto di Jakarta, Jumat, 22 September 2017.

Menurut Susanto, selama ini Twitter hanya menerapkan aturan berdasarkan ketentuan internasional. Sementara ini tak sesuai dengan regulasi dan norma pornografi di Indonesia. "Karena itu KPAI mengharapkan agar proteksi perlindungan anak itu menyesuaikan dengan regulasi yang ada di Indonesia," ujarnya menegaskan.

img_title X Bikin Fitur 'History', Bookmark, Artikel, dan Like Terkumpul di Satu Tempat

"Contoh konten porno sudah diatur melalui UU. Maka Twitter tidak boleh menyebarkan dan membiarkan publik men-share dari grup ke grup atau twit ke twit."

Mencontoh Facebook

img_title Pemain Judol Dijebak Live Porno! Pelakunya Sejoli, Raup Untung Rp5 M Perbulan

Para pelaku penjual video gay anak di sosial media.

FOTO: Tiga pelaku penyebaran video porno anak sejenis di jejaring sosial saat ditunjukkan di Polda Metero Jaya, Minggu, 17 September 2017/Foe Peace


Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti menambahkan, lambannya Twitter menyaring konten pornografi dinilai telah jauh tertinggal dengan jejaring sosial lain seperti Facebook dan Instagram. "Pertanyaan KPAI kalau memang di Facebook bisa ditutup, tidak mudah diakses, kok ini tampil begitu saja di Twitter?" ujar Retno.

Untuk itu, ia meminta Twitter mencontoh Facebook dan Instagram yang jauh lebih ketat regulasinya terkait penyebaran konten pornografi.

Sementara itu Komisioner Bidang Pornografi dan Cyber Crime Margaret Aliyatul Maimunah menjelaskan, sementara ini Twitter punya mekanisme pencegahan dengan hanya membolehkan anak berusia 13 tahun untuk memiliki akun.

Jika anak berbohong soal usianya, maka Twitter berhak menangguhkan akunnya. Selain itu, di luar laporan, Twitter juga bisa secara otomatis menangguhkan dan melaporkan akun yang melakukan kejahatan terhadap anak.

"Terkait kejahatan selain pornografi anak dan prostitusi, akan di-warning dulu. Tapi kalau pornografi anak dan prostitusi anak bisa langsung suspend dan dilaporkan ke Interpol dan ada juga tipline seperti KPAI di Amerika Serikat," ujar Margaret.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut