Sinergi Pemerintah-PP Muhammadiyah dalam Pembangunan Manusia
VoxPop – Pemerintah dan PP Muhammadiyah siap berkomitmen dan bersinergi dalam pembangunan manusia dan kebudayaan. Hal ini diungkapkan Menko PMK Puan Maharani pada acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Kerjasamaantara Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Acara yang berlangsung di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta itu diawali dengan penandatangan nota kesepahaman kerja sama oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir serta pertukaran cindera mata.
Kerjasama dengan PP Muhammadiyah ini dilatarbelakangi dengan adanya kesamaan persepsi dalam menghadapi dan menyikapi dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Muhammadiyah memiliki komitmen dan tanggung jawab tinggi untuk memajukan kehidupan bangsa dan negara sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa.
Para tokoh Muhammadiyah sejak era KH. Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah Dahlan hingga sekarang mengambil peran aktif dalam usaha-usaha kebangkitan nasional dan perjuangan bangsa. Dalam hal kebangsaan, Muhammadiyah pada Muktamar ke-47 di Makassar telah menghasilkan keputusan resmi yang penting dan strategis, salah satunya tentang Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi Wa Syahadah. Ini merupakan sikap, keyakinan dan komitmen kebangsaan Persyarikatan Muhammadiyah terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Menko PMK, pemerintah saat ini juga sedang mempercepat pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, pemerataan pembangunan, dan penguatan sektor unggulan. Salah satu agenda strategis untuk dapat menjalankan percepatan pembangunan tersebut adalah meningkatkan pembangunan manusia dan kebudayaan yang berkualitas salah satunya dengan menerapkan gerakan nasional revolusi mental.
"Saat ini pemerintah memiliki fokus untuk bisa membangun infrastruktur di seluruh Indonesia. Namun yang paling penting itu adalah bagaimana sumber daya manusianya dapat memadai dan mencukupi dalam semua hal yang sedang dibangun. Pembangunan infrastruktur ini merupakan langkah untuk mencapai hasil dalam jangka panjang, sedangkan jangka pendek dan menengah diwujudkan dengan bagaimana menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni, yang bisa berkompetisi, berkualitas, dan tentu saja siap untuk memanfaatkan semua infrastruktur yang sedang dibangun," jelas Puan lagi.
