Perusahaan Rokok Dunia Setop Jual Rokok, Serius atau Taktik
- REUTERS/Paritosh Bansal
Salah satu penyebab tingginya angka itu ditengarai oleh masih membanjirnya iklan rokok di Indonesia. Bagaimana tidak, terkhusus di kawasan ASEAN, hanya Indonesia yang masih memperbolehkan iklan merokok.
Padahal dari seluruh dunia, kini telah ada 144 negara yang sudah tidak mengizinkan lagi iklan rokok mereka di televisi. "Iklan rokok di televisi itu berlimpah karena di mana-mana media penyiaran itu paling efektif dan ini terbukti dana belanja iklan rokok itu terbanyak di media penyiaran," ujar dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia Nina Mutmainnah Armando.
Menteri Kesehatan Indonesia Nila F Moeloek tak menampik banyaknya perokok di Indonesia. Catatannya, setidaknya lebih dari sepertiga atau 36,3 persen penduduk RI kini merokok.
![]()
"Bahkan ada 20 persen remaja dengan usia 13-15 tahun adalah perokok," ujar Nila medio Mei 2017 lalu.
Atas itu, Indonesia memang telah menjadi negara potensial untuk penjualan rokok. Itu yang telah dibuktikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menampatkan Indonesia sebagai negara ketiga setalh China dan India sebagai pembeli rokok terbanyak.
"Pengeluaran untuk membeli rokok itu menempati urutan kedua setelah padi-padian. Sehingga konsumsi rokok lebih tinggi dari asupan gizi lain seperti lauk dan sayur," Humas Yayasan Lentera Anak Umniyati Kowi. (ren)
