Kontroversi Staf Khusus Presiden yang Dituding Salah Gunakan Wewenang
- vstory
"Saya tidak ikut dalam pengambilan keputusan apapun di program prakerja termasuk besaran anggarannya maupun mekanisme teknisnya. Semua dilakukan independen oleh Kemenko Perekonomian dan Manajemen Pelaksana (PMO)," kata Belva lewat Twitternya.
Bahkan, Belva mengaku siap mengundurkan diri dari jabatan Staf Khusus Presiden. Tapi, ia masih menunggu konfirmasi dari Istana dulu apakah memang ada konflik kepentingan bahwa Ruangguru jadi mitra program kartu prakerja. Padahal, Belva tidak ikut proses seleksi mitra.
"Saya sedang konfirmasi ulang ke Istana apakah memang ada konflik kepentingan. Jika ada, tentu saya siap mundur dari stafsus saat ini juga. Saya tidak mau menyalahi aturan apapun," ujarnya.
Walau tidak ada yang dilanggar secara hukum, sebenarnya demi menghindari persepsi/asumsi, Belva siap dan sudah menawarkan untuk mundur. Namun, keputusan mundur adalah keputusan besar dan harus didiskusikan dengan Istana.
"Jadi mohon dipahami bukan hanya masalah saya mau/tidak. Saya sangat kagum dan hormat kepada Bapak Presiden Joko Widodo, dan sangat berterima kasih atas diberikannya kepercayaan, dan akan berkontribusi semampu saya untuk mendukung beliau memajukan Indonesia," jelas dia.
