Minyak Goreng Langka, DPR Akan Panggil Paksa Mendag M Lutfi
- VoxPop/Anwar Sadat
VoxPop – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengklaim, pihaknya telah menjalankan fungsi pengawasan seperti halnya terkait kelangkaan minyak goreng. Bahkan DPR sudah dua kali memanggil Menteri Perdagangan (Mendag) Lutfi, namun tidak bisa hadir.
“Sekedar informasi bahwa DPR dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan mengalami kesulitan soal minyak goreng ini. Sudah dua kali menteri perdagangan diundang dalam rapat konsultasi yang kedua berhalangan dengan alasan belum tentu datang dan lain-lain,” kata Dasco dalam rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 15 Maret 2022.
Dasco menyayangkan mengapa Mendag Lutfi tidak hadir, padahal agenda soal minyak goreng ini sangatlah penting. Ketua DPP Partai Gerindra ini berharap dalam panggilan selanjutnya Mendag Lutfi harus hadir jika dipanggil oleh DPR.
Namun apabila tidak hadir, tekan Dasco, DPR bakal menggunakan kewenangannya untuk memanggil paksa Mendag Lutfi.
“Oleh karena itu, dalam kesempatan terakhir dalam sidang paripurna ini saya sampaikan apabila dalam undangan yang ketiga masih ada alasan, maka DPR akan menggunakan aturan dan kewenangan yang ada untuk memanggil paksa Menteri Perdagangan di DPR,” ujarnya.
Selain itu, Dasco menyatakan persoalan minyak goreng yang langka dan mahal membuat masyarakat menjerit. Oleh karena itu diharapkan Mendag Lutfi dapat memahami hal tersebut.
“Kita minta, ya kita sama-sama kan tadi dibilang rakyat menjerit, Menteri Perdagangannya ya begitu. Ini mau panjang atau mau pendek kan begitu,” imbuhnya.
Stok Melimpah
Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, mencurigai adanya sejumlah modus penyelewengan dalam hal distribusi minyak goreng sehingga menyebabkan ketidakstabilan harga dan pasokan masih terjadi.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi
- Antara/HO-Kemendag
Kementerian Perdagangan, lanjutnya, terus melakukan distribusi minyak goreng. Hingga Selasa, 8 Maret 2022, total yang didistribusikan mencapai hingga 415 juta liter bagi 34 provinsi di Tanah Air.
Lutfi mengaku heran, hingga saat ini kondisi pasokan dan ketidakstabilan harga minyak goreng masih saja terjadi di masyarakat dan menciptakan polemik yang tak kunjung selesai.
"Barangnya melimpah, tapi kita mau tanya, barangnya itu dimana," kata Lutfi di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu 9 Maret 2022.
