Duet Ganjar-Anies Skenario Blunder Tak Menjual, Pendukungnya Seperti Minyak dan Air
"Jadi, kalau ada yang berupaya menduetkan Ganjar dan Anies, hal itu hanya skenario blunder," lanjut Jamiluddin.
"Pihak yang ingin menduetkan itu tampaknya kurang memahami realitas pemilih Ganjar dan Anies," tutur eks Dekan FIKOM Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) tersebut.
Susi Pudjiastuti, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Zulkifli Hasan
- Tangkapan Layar: Instagram
Jamiluddin menganalisa elite parpol yang mendorong wacana Ganjar-Anies hanya berpikir matematis merujuk ukuran elektabilitas yang digabung.
"Ini sama saja mengunakan kacamata kuda dalam politik. Padahal berpikir demikian justru membuat nilai jual Ganjar dan Anies akan turun," sebutnya.
Sebelumnya, wacana duet Ganjar-Anies dilempar elite PDIP yaitu Ketua DPP Said Abdullah. Said menuturkan wacana itu karena merujuk hasil survei terbaru Litbang Kompas terkait elektabilitas bacapres 2024.
Ia bilang PDIP ogah jemawa dengan hasil Litbang Kompas itu. Said pun memuji Anies yang disebut bukan kompetitor yang patut diremehkan elektabilitasnya.
Menurut dia, Ganjar dan Anies adalah sosok calon pemimpin yang cerdas karena sama-sama satu almamater dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
"Apalagi jika keduanya bisa bergabung menjadi satu kekuatan, tentu akan makin bagus buat masa depan kepemimpinan nasional kita ke depan, sama sama masih muda, cerdas, dan enerjik," kata Said, Senin 21 Agustus 2023.
