Partai Garuda: Ketika Jokowi Menyatakan Netral dalam Pemilu, Tetap Saja Beliau Dicaci Maki

Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Timur
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta - Partai Garuda heran Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi yang jadi sasaran fitnah dan caci maki oleh orang-orang yang besar karena menggunakan namanya. Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi menyebut mereka ingin memaksa Jokowi mengikuti keinginan dan mendukung pilihannya.

img_title Puji Bahlil, Prabowo: Bisa Bikin Pak Jokowi Ketawa, Padahal Orang Solo Itu Kalem

Kata Teddy, jika tidak mau ikuti, maka nama Jokowi harus dirusak. Menurut dia, dengan cara itu, mereka ingin agar sebagian rakyat yang puas terhadap kinerja pemerintah berubah jadi membenci Jokowi.

Teddy juga menyoroti pihak yang masih mencaci maki Jokowi saat Wali Kota Solo itu menyampaikan sikap netral untuk Pemilu 2024.

img_title Polda Metro Siap Hadir di Praperadilan Keempat Roy Suryo Terkait Status Cekal

"Bahkan ketika beliau menyatakan netral dalam Pemilu, tetap saja beliau di fitnah, dicaci maki dan direndahkan hanya karena beliau tidak berpihak pada mereka," kata Teddy, dalam keterangannya, Kamis, 2 November 2023.

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani dan elite Partai Garuda.

Photo :
  • istimewa
img_title Antisipasi Dampak El Nino ke Berbagai Sektor, Purbaya Siapkan Stimulus di Semester II-2026

Teddy bilang sebagai Presiden RI, Jokowi dinilainya tidak bisa diatur sesuai keinginan baik partai politik, relawan dan lainnya. Dia menekankan Jokowi bukan petugas partai.

"Beliau bukan petugas Partai tapi Presiden Republik Indonesia," tutur Teddy.

Pun, dia membanggakan sikap Jokowi terhadap negara-negara adikuasa. Teddy menuturkan sikap Jokowi itu bisa terlihat dari penguasaan Freeport, Blok Mahakam, Blok Rokan, pelarangan ekspor biji nikel, bauksit, tembaga dan lainnya.

"Ini yang membuat negara-negara adikuasa murka, tapi ini yang membuat rakyat menyukai beliau. Jokowi tidak bisa diatur negara-negara adikuasa," kata Teddy.

Lebih lanjut, Teddy mengatakan upaya fitnah dan caci maki terhadap Jokowi akan terus mereka lakukan secara masif. Dia menyindir pihak yang memfitnah Jokowi menggunakan jurus mabuk.

"Mereka gunakan jurus mabuk untuk mendegradasi Jokowi hanya karena Jokowi tidak bisa diatur dan dipaksa untuk berpihak pada mereka," ujarnya.

Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono alias BHS (tengah)

Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Pelayaran Dinilai Perlu

Tragedi kebakaran KM Mutiara Sentosa II dinilai harus menjadi momentum pemerintah untuk mengevaluasi sistem keselamatan transportasi laut secara menyeluruh.

img_title
VoxPop.co.id
8 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut