Ganjar Cerita Pasang Badan Bereskan Konflik Proyek Wadas
- Karni Ilyas Club
Jakarta - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo mengaku pasang badan ketika menyelesaikan konflik Proyek Stategis Nasional Wadas di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.
Ganjar menyebut, konflik Wadas berawal dari minimnya sosialisasi pembangunan Bendungan Bener di Desa Guntur, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, ketika Proyek Strategis Nasional (PSN) akan dilaksanakan.
Ia mengatakan perwakilan masyarakat yang diajak berunding tidak mencerminkan kelompok-kelompok yang ada. Akibatnya, kata dia, penjelasan teknis pembangunan bendungan tidak bisa diberikan, karena warga sudah menolak terlebih dulu.
Calon Presiden nomor urut 03, Ganjar Pranowo dalam wawancara di Karni Ilyas Club
- Karni Ilyas Club
"Nah, kejadian ramai, polisi turun tangan, diambil lah beberapa orang. Judulnya diamankan. Saat itu, saya lagi jatuh dari sepeda, tangan saya patah, baru keluar dari rumah sakit, cuma sehari saja. Pak Kapolda kontak saya, Pak Gubernur kita mau kumpulkan media, mau media briefing, oh saya datang," jelas Ganjar saat diwawancara ekslusif Pemimpin Redaksi TvOne, Karni Ilyas, dikutip Jumat, 26 Januari 2024.
Setelah itu, Ganjar menyebut ada empat hal yang harus diselesaikan pasca bentrokan aparat dengan warga dalam kasus proyek Wadas.
“Pertama saya bertanggung jawab. Kedua, bebaskan yang diamankan. Ketiga, bertemu dengan penduduk, dan yang keempat kami akan kawal. Dan, saya datang,” kata dia.
Lalu, Ganjar mengatakan pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyediakan bus untuk memulangkan warga yang sempat diamankan polisi, karena tidak mau diangkut dengan mobil Brimob. Bahkan, polisi memberi bingkisan kepada para warga.
"Setelah itu, ramai orang membicarakan itu. Dua tahun lah, dan sampai terakhir itu ada 3 orang yang belum menerima. Yang sudah terima, ada yang buka restoran, buka usaha. Beberapa orang yang dulu saya temui di masjid itu belum terima, sekarang sudah terima, kami bersabar," kata dia
Lebih lanjut, Ganjar menjelaskan bahwa Bendungan Bener adalah milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak yang berlokasi di wilayah Jateng. Saat Badan Pertanahan Nasional (BPN) sulit membebaskan lahan, kewajiban Pemprov Jawa Tengah untuk membantu.
Capres 03 Ganjar Pranowo dalam wawancara khusus Karni Ilyas Club
- Karni Ilyas Club
Kemudian, lanjut dia, untuk menjawab ada atau tidaknya kerusakan lingkungan sebagai dampak pembangunan bendungan itu, Ganjar meminta tim dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengecek kondisi di lapangan, namun warga sempat menolak.
