Mengenal Rena Da Frina, Bakal Calon Wali Kota Bogor yang Meniti Karir dari Lurah Hingga Kadis PUPR
- VoxPop/ Agus Rahmat
Kata Rena, memang awalnya ada beberapa nama yang menjadi kandidat kuat akan mengisi posisi Kepala Dinas PUPR. Tapi seiring berjalan waktu, di tengah jalan ada persoalan-persoalan yang membuat nama-nama itu "tereliminasi". Hingga akhirnya dia diminta untuk ikut open bidding. Walau demikian, Rena mengatakan bukan berarti jalannya langsung mulus. Tetapi, harus lolos hingga 3 besar untuk dibawa ke TPA.
Yang diinginkan Wali Kota saat itu adalah kandidat kepala dinas yang tidak punya hutang budi dengan vendor. Mengingat kepala dinas PUPR akan berurusan dengan infrastruktur.
"Orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri dan orang yang mau turun ke lapangan," katanya.
Aktivitas turun ke lapangan sudah dilakukannya sejak meniti karir dan diminta Wali Kota Bima Arya saat itu, menjabat lurah. Sampai ke level atasnya, syarat untuk turun ke lapangan sudah menjadi kesehariannya selama mengemban jabatan. Bahkan sampai menjadi Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, dia banyak menghabiskan waktu di lapangan, mengawasi berbagai proyek dan melihat langsung berbagai infrastruktur yang dikeluhkan masyarakat.
Maka ketika dirinya memutuskan untuk ikut serta dalam proses pilkada di Kota Bogor, banyak yang mendukungnya. Baik kolega hingga masyarakat yang selama ini mengikuti media sosial dirinya dalam menjalankan tugas sebagai Kepala Dinas PUPR.
"Karena mereka mengapresiasi apa yang sudah saya lakukan, karena mereka paham karir saya dari lurah sampai Kadis PUPR," katanya.
Perempuan asal Kepri tersebut, mengatakan kalau saat menjadi lurah maka tugasnya adalah lingkup kelurahan yang dipimpinnya. Di tingkat kecamatan maka wilayah itu yang dia urus. Menjadi Kadis PUPR, maka terkait tupoksi dinas nya itu yang bisa dia tangani walau diakuinya banyak juga yang mengadu soal-soal di luar tugasnya di dinas.
Nah, sekarang, dia ingin bekerja untuk lingkup yang lebih luas lagi. Maka persoalan-persoalan yang cukup banyak masuk ke dirinya tetapi tidak bisa dia tangani karena keterbatasan tugas, dengan menjadi Wali Kota Bogor maka semua masalah akan bisa ditangani.
"Kalau seandainya itu ada amanah di saya, seluruh Kota Bogor dengan seluruh permasalahannya itu bisa saya intervensi dan saya bisa bermanfaat untuk yang lebih luas," katanya.
