Profesor Politik Analisis Makna Penting di Balik Rute Perjalanan Luar Negeri Prabowo
- Istimewa
Namun, kata Prof Arizka, akan lebih baik jika kebijakan luar negeri Indonesia berbasis pada kepentingan dalam negeri.
Pemerintahan Presiden Prabowo juga mesti memutuskan dengan segera dan jelas soal bagaimana kebijakan LN Indonesia selama 5 (lima) tahun ke depan, akan fokus pada aspek kebijakan luar negeri yang mana? misalkan, bagaimana sikap RI soal konflik di berbagai kawasan (Eropa Timur dan Timur Tengah)? Disputes di Laut Tiongkok Selatan? Bagaimana sikap RI soal perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok? Sikap RI soal kerja sama dengan negara-negara ASEAN? Soal keberlanjutan ASEAN Economic Community 2025.
Pada bagian lain, katanya, kemenangan Donald Trump tentu akan mengubah peta dan sikap Amerika Serikat terhadap dunia, terutama dalam konteks kebiasaan Amerika Serikat tentu akan sama internal affairs Amerika Serikat adalah foreign policy-nya Amerika Serikat.
Era Trump, kemungkinan besar kebijakan LN Amerika Serikat akan fokus terhadap persoalan dalam negeri, terutama soal inflasi dan imigran.
Terdapat potensi besar bagi meredanya eskalasi perang Ukraina dan Rusia. "Pada sisi lain, kita belum dapat informasi yang jelas apakah kebijakan yang akan diambil oleh Trump soal Israel dan Palestina kembali? (dalam konteks ini kita berharap sebagai negara Muslim terbesar, Indonesia di bawah Presiden Prabowo bisa lebih aktif berperan menciptakan perdamaian di kawasan ini).
"Yang menjadi menarik melihat bagaimana sikap Trump terhadap politik di Kawasan Indopasifik, hal ini terkait juga dengan persaingan merebut pengaruh kawasan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, dan trade war Trump terhadap Tiongkok ini mesti dibaca dengan cerdas oleh Pemerintahan Prabowo, tidak mudah menjaga keseimbangan, tapi mesti dilakukan," katanya.
Pada akhirnya, ujar dia, bagi Indonesia yang paling penting sekarang adalah menjaga keseimbangan kepentingan internal sebagai sebuah bangsa dan dinamika global. (ant)
