Penolakan pada Soeharto, Istana Sebut Wajar Mantan Presiden Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Mensesneg RI, Prasetyo Hadi
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Rahmat Fatahillah Ilham

Jakarta, VoxPop – Pihak Istana mendukung usulan gelar pahlawan nasional untuk Presiden RI ke-2, Soeharto. Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi menilai wajar jika pemimpin Indonesia sebelumnya mendapat penghormatan negara. Termasuk diberi gelar pahlawan nasional.

img_title Kemendiktisaintek Ungkap Penulis Utama Paper Nobel MBG Catut Nama Prabowo: Bukan Guru Besar dan Dosen

“Menurut kami, mantan-mantan Presiden itu sudah sewajarnya untuk kita mendapatkan penghormatan dari bangsa dan negara kita. Jangan selalu melihat yang kurangnya, kita lihat prestasinya,” kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 21 April 2025.

Prasetyo menjelaskan, bahwa setiap pemimpin pasti berjasa bagi bangsa Indonesia. Begitu juga dengan permasalahan yang dihadapi juga berbeda-beda ketika menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

img_title Presiden Prabowo Subianto Dorong BRIN Kaji Bensin Campur Etanol E100, Transisi Energi Masuk Babak Baru

VoxPop Militer: Jenderal TNI (Purn) H.M.Soeharto

Photo :
  • youtube

Ia mengatakan, tidak mudah bagi Presiden memimpin jumlah penduduk yang besar. Apalagi setiap persoalan yang muncul tidak gampang untuk diselesaikan. Maka setiap pemimpin, setiap Presiden, punya kelebihan masing-masing saat memimpin bangsa ini.

img_title Nama Prabowo Dicatut dalam Usulan Nobel Perdamaian MBG, Begini Respons Istana

“Sebagaimana Bapak Presiden (Prabowo Subianto) selalu menyampaikan bahwa kita itu bisa sampai di sini kan karena prestasi para pendahulu-pendahulu kita,” ucapnya. 

Menanggapi kasus hukum korupsi Soeharto, Prasetyo mengatakan tidak ada pemimpin yang sempurna. Namun, ia menekankan permasalahannya bukan pada kekurangan Soeharto.  

“Semangatnya kita itu adalah kita itu harus terus menghargai, menghargai, memberikan penghormatan apalagi kepada para Presiden kita,” ujar dia. 

Sebelumnya diberitakan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul angkat bicara terkait adanya penolakan terhadap usulan Presiden ke-2 Soeharto sebagai calon Pahlawan Nasional 2025.

Gus Ipul mengatakan, pihaknya terbuka terhadap seluruh kritik, saran dan usulan dari masyarakat terhadap tokoh-tokoh calon Pahlawan Nasional.

Ia menyebut hal tersebut juga termasuk bagian dari proses penentuan tokoh Pahlawan Nasional yang sedang dilakukan oleh Kementerian Sosial.

"Tentu kita semua dengar ya, ini bagian dari proses, semua kita dengar, kita ikuti. Usulan dari masyarakat juga kita ikuti, normatifnya juga kita lalui. Kalau kemudian ada kritik, ada saran, tentu kami dengarkan," kata Gus Ipul kepada wartawan, dikutip Senin, 21 April 2025.

Diketahui, penolakan terjadi usai nama Presiden RI ke-2 Soeharto masuk dalam daftar 10 calon Pahlawan Nasional 2025.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut