Berbagai Peristiwa Sebelum Hasan Nasbi Mundur sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Rahmat Fatahillah Ilham

Jakarta, VoxPop – Hasan Nasbi memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office, PCO. Surat pengunduran diri Hasan ditanda tanganinya terhitung 21 April 2025, dan disampaikan ke Presiden Prabowo Subianto melalui Mensesneg dan Seskab.

img_title Mensesneg Ungkap Prabowo Masih Diskusi soal Nama Calon Gubernur BI

Dari penjelasan resmi Hasan Nasbi, pilihan pengunduran diri tersebut tidak karena desakan publik, seperti yang mencuat beberapa waktu lalu. Tetapi ia mengaku lantaran ada sesuatu yang di luar kendali dirinya.

"Sudah pernah saya sampaikan kepada halayak dalam beberapa tayangan podcast bahwa kalau ada sesuatu yang sudah tidak bisa lagi saya atasi atau kalau ada persoalan yang sudah di luar kemampuan saya, maka tidak perlu ribut-ribut, tidak perlu heboh-heboh, kita pun harus tahu diri dan kemudian mengambil keputusan untuk menepi," jelas Hasan dalam video pengunduran dirinya.

img_title Nama Prabowo Diduga Dicatut dalam Nobel MBG, Begini Respons Mensesneg

Presiden Prabowo Subianto, melantik Hasan Nasbi pada 21 Oktober 2024. Pengangkatan kembali Hasan tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 141 Tahun 2024 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan.

Sebelum Hasan memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau PCO, ada sejumlah peristiwa yang terjadi. Apa saja?

img_title Kemendiktisaintek Ungkap Penulis Utama Paper Nobel MBG Catut Nama Prabowo: Bukan Guru Besar dan Dosen

Pernyataan Kontroversi Soal Kiriman Kepala Babi ke Tempo

Tempo dan salah satu jurnalisnya, Francisca Christy Rosana, yang merupakan wartawan desk politik dan host Bocor Alus Politik, mendapatkan kiriman kepala babi tanpa telinga pada 19 Maret 2025. Kiriman yang dinilai sebagai teror ini, mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Hasan Nasbi yang saat itu sebagai Kepala PCO, mengatakan baiknya kepala babi itu dimasak saja. Itu jawabannya saat ditanya tentang kiriman kepala babi untuk Tempo itu.

"Sudah dimasak saja, dimasak saja," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada Jumat, 21 Maret 2025.

Pernyataan Hasan tersebut menimbulkan reaksi berbagai pihak. Kecaman terhadap Hasan mengemuka atas pernyataannya itu. Karena dinilai tidak berempati terhadap teror yang dialami Tempo yang sangat kritis terhadap pemerintah.

Prabowo Menyebut Teledor

Kritikan publik terhadap cara komunikasi Istana pasca pernyataan Hasan Nasbi, mengemuka. Sampai akhirnya Preisden Prabowo mengundang tujuh jurnalis senior untuk mewawancarainya langsung di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor. Salah satu yang ditanyakan adalah terkait dengan pernyataan Hasan tersebut. Prabowo mengakui, ada keteledoran dari pernyataan Hasan tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut