Pertamina Catat Laba Rp14 Triliun pada 2020

Gedung Pertamina Pusat
Sumber :
  • vivanews/Andry Daud

VoxPop – Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini melaporkan, bahwa perseroan berhasil membukukan laba mencapai sekitar US$1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun (Rp14.000 per dolar AS) pada 2020.

img_title KPK Tahan 3 Tersangka Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina, Negara Diduga Rugi Rp322 Miliar

Hal itu diutarakannya dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Pertamina dengan Komisi VII DPR RI, perihal evaluasi kinerja tahun 2020 dan prioritas program kerja Pertamina di 2021.

"Alhamdulillah di posisi Desember (2020) kita secara in house closing un-audited membukukan laba sekitar US$1 miliar atau sekitar Rp14 triliun," kata Emma dalam telekonferensi, Selasa 9 Februari 2021.

img_title Dua Segmen Bisnis Ini Jaga Kinerja Astra di Semester I-2026

Baca juga: Update Harga Emas Hari Ini: Produk Global Meroket, Antam Naik Tipis

Emma mengatakan bahwa capaian itu mungkin saja masih akan meningkat. Sebab, hingga saat ini proses audit yang digelar oleh auditor dari kantor akuntan publik (KAP) dan dari Badan Pemeriksa Keuangan(BPK) memang masih berlangsung.

img_title Opsi Pembiayaan Geser ke Platform Digital, OJK: Utang Pinjol Masyarakat Capai Rp 105 Triliun Per Juni 2026

Karena itu, Emma pun menyampaikan permohonan maafnya kepada pihak Komisi VII DPR RI, akibat belum adanya laporan kinerja keuangan secara tertulis yang bisa diperlihatkan pihak Pertamina saat RDP hari ini.

Hal itu ditambah dengan situasi di mana Pertamina juga baru saja terikat sejumlah ketentuan perihal issue global bond yang telah dilakukan pada pekan lalu. Sehingga saat ini perusahaan minyak negara itu masih berada dalam proses seattlement.

"Jadi kami tidak boleh men-disclose tambahan informasi setelah posisi September 2020. Jadi kuartal IV (2020) ini kami belum disclose lagi kepada investor, sehingga tidak bisa menyampaikan secara publik terkait kinerja di akhir 2020," ujarnya.

Diketahui, perolehan laba Pertamina di akhir kuartal IV-2020 sebesar Rp14 triliun ini merupakan sebuah capaian yang baik. Sehingga, Pertamina dinilai mampu menekan kerugian bahkan hingga berhasil membukukan catatan positif di akhir tahun 2020 lalu.

Hal itu merupakan sebuah pencapaian tersendiri di tengah situasi pandemi COVID-19, yang telah membuat sejumlah perusahaan minyak mengalami catatan keuangan minus. Seperti misalnya British Petroleum (BP) yang membukukan rugi hingga Rp80 triliun atau Exxon yang merugi sampai ratusan triliun.

Ilustrasi pembiayaan.

Layanan 'Take Over' Pembiayaan Dinilai Jadi Solusi Bagi Kebutuhan Dana Tunai Cepat

CEO PT Anggrek Teknologi Indonesia, Chris Chen mengatakan, pinjaman dengan jaminan BPKB kendaraan atau SHM properti, kerap jadi pilihan masyarakat yang butuh dana cepat.

img_title
VoxPop.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut