Cerita Luhut Genjot TKDN, Minta Menteri Lutfi Lapor Dulu Baru Impor

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pada Rakernas BPPT 2021
Sumber :
  • vstory

VoxPop – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, Indonesia harus menggenjot penggunaan produk yang dominan akan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di masa depan. Sehingga Ri bisa segera terlepas dari ketergantungan impor.

img_title Lindungi Industri Dalam Negeri, Pemerintah Diminta Wajibkan Importir Garam Serap Produksi Lokal

Luhut menegaskan, RI memiliki kekayaan alam yang melimpah. Sumber daya itu harus dimaksimalkan dengan mendorong riset sehingga bisa mensubsitusi produk yang selama ini di impor. Baik itu bahan baku maupun produk jadi.

"Apa yang bisa dibikin dalam negeri, ya dibikin dalam negeri. Dan kita sepakat itu," ujar Luhut dalam Rakernas Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Jakarta, dikutip Kamis 11 Maret 2021.

img_title Tekan Impor, Mentan Amran Gandeng Akademisi Kembangkan Benih Kedelai Unggul

Baca juga: Kesaksian Korban Detik-detik Bus Masuk Jurang di Sumedang

Luhut menegaskan, Indonesia punya BPPT yang bisa diandalkan untuk menggenjot riset nasional. Termasuk berkolaborasi dengan produsen dalam negeri sehingga produk impor bisa diproduksi dalam negeri.

img_title Panggah Ingatkan Aturan Tembakau Berpotensi Dorong Lonjakan Impor

Lebih lanjut, Luhut pun berpesan untuk seluruh jajaran Pemerintahan untuk berkomitmen menggenjot TKDN ini. Salah satunya ke Kementerian Perdagangan, yang erat kaitannya dengan kegiatan impor.

Bahkan, koordinasi dengan Menteri Perdagangan M Lutfi pun telah dilakukan. Untuk memastikan, impor yang dilakukan yang benar-benar dibutuhkan dan tidak bisa diproduksi dalam negeri.

"Saya bilang ke menteri perdagangan, Fi (M Lutfi), lo jangan mau impor-impor itu. Tanya gue dulu. Apa yang bisa dibuat di sini ya dibikin di sini. Suruh tuh BPPT," tegasnya.

Kapal pengangkut peti kemas di Terminal Peti kemas Bitung, Sulawei Utara

Impor RI Meroket 34,27 Persen hingga US$25,9 Miliar di Juni 2026, Ini Biang Keroknya

Tercatat impor Juni 2026 mencapai US$25,91 miliar atau naik 34,27 persen (yoy), dibandingkan dengan ekspor yang hanya mencapai US$25,46 miliar atau naik 8,84 persen (yoy)

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut