Pastikan Bahan Baku Terpenuhi, Sisa Produksi Ajinomoto Dibikin Pupuk

Ajinomoto
Sumber :
  • Nur Faishal/SURABAYA/VoxPop

VoxPop – PT Ajinomoto Indonesia memastikan memaksimalkan produksi yang dilakukan agar sisa limbah dapat ditekan seminimal mungkin. Salah satunya dengan memanfaatkan sisa hasil produksinya untuk memroduksi pupuk cair Amina

img_title Nilai Tukar Petani Meningkat 0,15 Persen di Juli 2026

Direktur Ajinomoto Yudho Koesbandriyo mengungkapkan, pupuk yang diproduksinya pun tidak sembarangan. Tapi ditegaskan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia.

“Pupuk yang mengandung bahan organik tersebut seperti nitrogen, fosfor, kalium, serta berbagai unsur mikro ini didistribusikan ke berbagai daerah untuk digunakan pada berbagai jenis tanaman,” kata Yudho dikutip dari keterangannya, Rabu, 17 Maret 2021.

img_title ICRS 2026, Pupuk Kaltim Beberkan Proses Rehabilitasi 2,23 Hektare Terumbu Karang di Bontang

Baca juga: Swalayan di Surabaya Wajib Gratiskan Tempat untuk UMKM

Yudho menjabarkan, saat ini produk Ajinomoto diproduksi dengan menggunakan bahan baku alami, salah satunya tetes tebu. Dalam pengelolaan proses tersebut menghasilkan produk cair berupa pupuk Amina.

img_title 3 HP Murah dengan Sinyal Kuat dan Baterai Besar, Solusi Praktis bagi Petani di Daerah Pedesaan

“Amina kemudian digunakan petani sebagai pupuk tanaman tebu yang kemudian kami gunakan sebagai bahan baku utama Ajinomoto. Proses ini disebut siklus bio,” paparnya.

Menurutnya, saat ini Ajinomoto telah mengembangkan berbagai pupuk yang memanfaatkan sisa hasil produksi yang dilakukan. Harapannya agar para petani dapat lebih mudah mendapatkan pupuk yang mereka butuhkan untuk menjaga kesuburan tanah dan tanaman mereka.

Dengan demikian, bahan baku produksi produk utama Ajinomoto pun bisa terpenuhi. Sehingga pada akhirnya kegiatan produksi tidak terganggu.

“Impact biocycle tentunya memberikan manfaat besar bagi lingkungan sekitar, salah satunya seperti produk Amina dapat digunakan sebagai alternatif pengganti pupuk sumber nitrogen yang cukup langka di pasaran,”tambahnya.

Ditjen Perkebunan Kementan meningkatkan ekstensifikasi dan intensifikasi tebu

Pemerintah Wajibkan Industri Gula Punya Kebun Tebu Sendiri, Asosiasi Petani Buka Suara

Ketua Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Soemitro Samadikoen menilai, aturan tersebut sulit direalisasikan dalam waktu dekat.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut