Sertifikasi Gratis, Kemenperin Targetkan TKDN Alsintan 50 Persen

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Sumber :
  • istimewa

VoxPop – Kementerian Perindustrian mendorong peningkatan daya saing dan produktivitas subsektor industri alat mesin pertanian (Alsintan). Salah satunya dengan memberikan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara gratis.

img_title Kemenperin Ungkap Penyebab Ancaman PHK 1.500 Pekerja Garmen di Jateng, Bukan karena Serbuan Impor

Dukungan itu jadi bagian dari Program Sertifikasi TKDN gratis untuk 9.000 produk industri kecil dan menengah (IKM) dan industri skala besar. Sektor pertanian jadi prioritas karena menjadi salah satu sektor andalan dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN). 

Berdasarkan catatan Kemenperin hingga Jumat, 8 Oktober 2021, terdapat 107 produk dengan TKDN 25-40 persen dan 139 produk yang memiliki TKDN lebih dari 40 persen.  

img_title Kantongi Daftar Industri yang Tolak Sensus Ekonomi, Kemenperin Wanti-wanti Ini

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, melalui program ini Pemerintahterus berupaya dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor. Khususnya komponen alsintan.

Baca juga: Jokowi Salurkan Bantuan Rp1,2 Juta untuk PKL di Malioboro

img_title NNOPROM 2026, Kemenperin Buka Luas Akses Investor Eurasia Masuk Indonesia

“Targetnya, nilai rata-rata TKDN naik 50 persen pada 2024 dari 43,3 persen pada 2020,” ujar Agus dikutip dari keterangannya, Minggu, 10 Oktober 2021.

TKDN adalah besaran komponen produksi yang dibuat di Indonesia pada suatu produk barang dan jasa atau gabungan keduanya. Pembatasan penggunaan komponen impor dalam persentase tertentu diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri.  

Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (Pusat P3DN) Kemenperin Nila Kumalasari mengungkapkan, khusus untuk kelompok mesin dan peralatan pertanian, capaian TKDN-nya berkisar antara 14,5 persen hingga 96,3 persen. 

“Aturan TKDN bersifat wajib untuk sejumlah kegiatan produksi, baik perusahaan yang berskala nasional maupun internasional,” ujarnya.

Adapun verifikator yang ditunjuk oleh Kemenperin untuk memastikan penggunaan TKDN sesuai persentase adalah PT Sucofindo (Persero) dan PT Surveyor Indonesia (Persero). Keduanya juga dilibatkan untuk menyukseskan program sertifikasi TKDN gratis ini.    

Kepala Unit Bisnis Strategis Perdagangan Industri dan Kelautan PT Sucofindo (Persero) Supriyanto menginformasikan, sertifikasi TKDN gratis diberikan kepada produk dengan nilai TKDN minimal 25 persen. Satu perusahaan bisa mendapatkan fasilitasi tersebut hingga delapan sertifikat produk. 

Selain itu, satu sertifikat yang difasilitasi dapat memuat produk dengan jenis bahan baku dan proses produksi yang sama, meskipun beda dimensi.  

Untuk mendapatkan sertifikasi gratis, pelaku IKM maupun industri besar dapat menghubungi Unit Bisnis Strategis Perdagangan Industri dan Kelautan Sucofindo maupun ke perwakilan cabang-cabang Sucofindo yang ada di daerah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut