BI: Neraca Pembayaran Indonesia Kuartal IV 2021 Defisit US$844 juta

Tumpukan uang dolar AS.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VoxPop – Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja Neraca Pembayaran Indonesia atau NPI tetap baik pada kuartal IV 2021, sehingga menopang ketahanan eksternal. NPI tersebut tercatat defisit US$844 juta.

img_title Rupiah Melemah ke Rp 17.972 Dibayangi Pelebaran Defisit APBN RI Imbas Lonjakan Harga Minyak Dunia

Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono menjelaskan, defisit NPI kuartal IV tersebut ditopang oleh surplus transaksi berjalan yang berlanjut, di tengah transaksi modal dan finansial yang mencatat defisit. 

Dengan capaian dari perkembangan keseluruhan NPI kuartal IV 2021 tersebut, maka NPI secara keseluruhan pada 2021 mencatat surplus yang cukup tinggi yaitu mencapai US$13,5 miliar.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.915 usai Pengumuman soal Defisit APBN dan BI Rate

Baca juga: Citilink Copot Juliandra Nurtjahjo Sebagai Dirut

“Posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2021 meningkat menjadi sebesar US$144,9 miliar atau setara dengan pembiayaan 7,8 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional,” ujar Erwin dari keterangannya pada, Jumat 18 Februari 2022.

img_title Purbaya Laporkan Defisit APBN Rp 196 Triliun di Semester I-2026, Simak Rinciannya

Adapun untuk transaksi berjalan pada kuartal IV 2021 tercatat surplus US$1,4 miliar atau 0,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Surplus ditopang oleh surplus neraca barang yang tetap tinggi. 

Meski tercatat surplus transaksi berjalan kuartal IV 2021 lebih rendah dari capaian periode sebelumnya. Di mana surplus transaksi berjalan kuartal III 2021 mencapai US$5,0 miliar atau 1,7 persen dari PDB.

Karyawan menghitung mata uang dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta Pusat

Photo :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

“Surplus transaksi berjalan tersebut didukung oleh surplus neraca perdagangan barang seiring tetap kuatnya kinerja ekspor yang dipengaruhi oleh permintaan global dan akselerasi harga komoditas ekspor, khususnya batu bara,” jelasnya.

Adapun sejalan dengan perbaikan aktivitas ekonomi domestik dan tetap kuatnya ekspor, impor juga tumbuh meningkat sehingga menahan surplus neraca perdagangan barang lebih lanjut. 

Pada kinerja transaksi berjalan juga ditopang oleh peningkatan surplus neraca pendapatan sekunder yang disebabkan oleh kenaikan penerimaan hibah Pemerintah di bidang kesehatan untuk penanganan pandemi COVID-19.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono

Indonesia Alami Defisit Neraca Perdagangan US$450 Juta di Bulan Juni 2026

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada bulan Juni 2026 tercatat defisit sebesar US$450 juta.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut