7 Fakta Longspan LRT Jabodebek Disebut Salah Desain, Jokowi Maklum
- Setpres
"Kalau lihat longspan dari Gatot Subroto ke Kuningan, itu kan ada jembatan besar tuh, itu sebenarnya salah desain," kata Tiko.
Hal itu disebabkan karena pihak pembangun jembatan (prasarana), tidak melakukan pengetesan terhadap sudut kemiringan kereta (spec sarananya).
Sehingga, armada LRT harus menurunkan kecepatan hingga hanya 20 km per jam saat melintas di jalur tikungan tersebut.
"Jadi sekarang kalau belok harus pelan sekali, karena harusnya (jalur) itu lebih lebar tikungannya. Kalau tikungannya lebih lebar, dia bisa belok sambil speed up. Tapi karena tikungannya sekarang sudah terlanjur dibikin sempit, mau enggak mau keretanya harus jalan hanya 20 km per jam, pelan banget," ujar Tiko.
Dampak lainnya, lanjut Tiko, adalah terjadinya kenaikan biaya akibat adanya perbedaan dalam spesifikasi armada keretanya.
3. Jokowi Maklum
Presiden Joko Widodo Jajal LRT Jabodebek
- VoxPop/Farhan Faris
Presiden Jokowi merespons adanya kesalahan desain tikungan atau longspan LRT yang melintas di atas Jalan Gatot Subroto-Kuningan, Jakarta Selatan. Menurut dia, tentu hal itu menjadi catatan untuk dilakukan perbaikan atau evaluasi ke depannya.
Terpenting, kata Jokowi, proyek lintas rel terpadu ini pertama kali di Indonesia sehingga dimaklumi apabila terdapat kekurangan.
"Kita harus ingat ya, MRT dan LRT juga pertama kali kita bangun, baru pertama kali kita bangun semua," kata Jokowi saat uji coba LRT dari Stasiun Harjamukti ke Stasiun Dukuh Atas pada Kamis, 3 Agustus 2023.
Maka dari itu, Jokowi menganggap wajar jika masih ada kekurangan dalam proyek kereta cepat ini. Jokowi menekankan masalah keselamatan dan keamanan masyarakat yang menggunakan LRT diutamakan.
"Kalau ada hal yang masih kurang sempurna, masih ada perbaikan, masih ada koreksi masih ada, ya memang semuanya harus dievaluasi. Enggak bisa jadi langsung bagus, enggak. Yang paling penting keselamatan, keamanan diutamakan," ujarnya.
4. Jangan Senang Cari Kesalahan
Presiden Jokowi saat menjajal LRT Jabodebek dari Stasiun Harjamukti, Cimanggis
- Setpres
Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi meminta semua pihak tidak langsung mengharapkan LRT menjadi proyek yang sempurna karena akan ada perbaikan sistem, dan perbaikan lainnya yang bersifat teknis.
Dia juga mengatakan tidak perlu ada pihak yang sengaja mencari-cari kesalahan dalam LRT.
