7 Fakta Longspan LRT Jabodebek Disebut Salah Desain, Jokowi Maklum

LRT melintas di longspan di kawasan Gatot Subroto - Kuningan
Sumber :
  • Setpres

Longspan LRT ini dirancang Arvila Delitriana, seorang arsitek dari ITB. Desain yang diajukan wanita yang akrab disapa Dina ini mengalahkan dua konsultan asing yang ikut tender proyek yang dikerjakan BUMN Karya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. 

img_title Disaksikan Ribuan Warga, Jokowi Dinobatkan Jadi Raja Timor di NTT

Proses konstruksi lengkung LRT ini adalah menggunakan box girder beton yang memiliki rongga pada bagian dalamnya. 

Beban pengujian fondasinya mencapai 4.400 ton. Pembangunan jembatan dimulai dari masing-masing pier utama yang bergerak ke tengah.

img_title Bikin Kader PSI Tertawa, Jokowi: Jangan Dikit-dikit ke Solo

Dengan perhitungan yang sangat presisi, box girder ini kemudian dipasang dari kedua sisi hingga kemudian bisa bertemu atau saling menyambung di tengah atau tepat di atas jalan tol. 

7. Teknologi Terbaik dan Efisien

img_title Disambut Teriakan 'Bapak Pulang Kampung', Jokowi Jadi Rebutan Warga di CFD Kupang

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan bahwa LRT atau kereta api ringan Jabodebek yang sedang dibangun di Jakarta merupakan proyek yang memberikan manfaat optimal bagi bangsa Indonesia karena menggunakan teknologi terbaik dan paling efisien buatan dalam negeri. 

Terkait longspan atau bentangan beton panjang yang ada di lintasan LRT yang tanpa tiang dan mengharuskan LRT bergerak lebih lambat, Arya mengatakan bahwa hal tersebut merupakan pilihan tepat, baik dari sisi ekonomi maupun konstruksi. 

Longspan yang panjang tanpa tiang tambahan akan membuat LRT jauh lebih efisien. Tanpa tiang membuatnya lebih efisien. Memang ada konsekuensi dari efisiensi ini yaitu kereta jalannya menjadi agak lambat.

"Dari sisi ekonomi, ini pun lebih ekonomis dibandingkan harus bangun tiang. Ataupun memperbesar ruang bagi LRT. Dan itu dari sisi waktu tidaklah begitu banyak, karena toh tidak terlalu panjang longspan tersebut. Jadi dari sisi waktu tidak merugikan. Dan jika membangun tiang-tiang di tengah, maka akan jauh lebih mahal," ujar Arya.

Dia menambahkan bahwa ke depan Indonesia tidak perlu harus impor teknologi jika ingin membangun LRT secanggih LRT Jakarta.

"Masa kita mau impor terus. Kita ingin (diproduksi) di dalam negeri. Kita melakukan pembelajaran. Ini pembelajaran yang mahal, namun INKA ke depan semakin jago, membuat LRT yang bagaimana pun, dia akan sudah siap. Dan ini teknologi terbaru lagi,” kata Arya.
    

Ilustrasi kartu Kredit.

BRI Kartu Kredit Contactless Kini dapat Digunakan di MRT Jakarta

Mobilitas masyarakat Naik MRT Jakarta kini makin praktis! Cukup tap Kartu Kredit BRI Mastercard & Visa berfitur contactless langsung di gate stasiun. Tanpa ribet!

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut