Mata Uang Ini Jadi Incaran Investor Usai Kebijakan Tarif Trump Bikin Geger, Aman Hadapi Resesi?

Ilustrasi mata uang Jepang
Sumber :

Rahbari juga menyebut kemungkinan lindung nilai yang lebih “eksotis” di luar aset aman klasik, seperti real Brasil. “Idenya adalah real tergolong murah, menawarkan imbal hasil tinggi, dan relatif tidak terlalu terpapar perdagangan global,” ujarnya. "Real juga menjadi salah satu mata uang dengan performa terbaik tahun ini," tambah dia.

img_title Trump: Peluang Kesepakatan dengan Iran Terbuka, AS Siap Bertindak Lagi jika Negosiasi Gagal

Selain mata uang, investor juga mulai membanjiri instrumen berisiko rendah seperti obligasi dan kas. Menurut José Torres, ekonom senior di Interactive Brokers, pasar saat ini didominasi oleh posisi 'risk-off', di mana investor melepas saham demi obligasi, emas batangan, kontrak berjangka dolar AS, minyak mentah, opsi volatilitas, derivatif indeks saham, hingga kontrak prediksi.

Harga emas sendiri melonjak ke rekor tertinggi setelah pengumuman tarif tersebut. Meskipun sedikit terkoreksi, harga logam mulia ini tetap tinggi dan diperkirakan masih bisa naik. 

img_title Trump Peringatkan Xi Jinping dan Putin Jika Diam-diam Bantu Iran: Akibatnya Akan Sangat Buruk

“Emas tetap terdorong oleh ketidakpastian dagang, ketegangan geopolitik, lemahnya dolar AS, peningkatan pembelian oleh bank sentral, dan meningkatnya risiko resesi,” kata analis BMI.

img_title Menkeu Purbaya Sebut Tarif Baru AS 10 Persen Jadi Kabar Baik bagi Indonesia, Ini Alasannya
Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih

Bukan Iran, Trump Tegaskan Cuma AS yang Pungut Biaya di Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan Washington tidak akan membiarkan Iran menarik biaya terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut