Mata Uang Ini Jadi Incaran Investor Usai Kebijakan Tarif Trump Bikin Geger, Aman Hadapi Resesi?
Rahbari juga menyebut kemungkinan lindung nilai yang lebih “eksotis” di luar aset aman klasik, seperti real Brasil. “Idenya adalah real tergolong murah, menawarkan imbal hasil tinggi, dan relatif tidak terlalu terpapar perdagangan global,” ujarnya. "Real juga menjadi salah satu mata uang dengan performa terbaik tahun ini," tambah dia.
Selain mata uang, investor juga mulai membanjiri instrumen berisiko rendah seperti obligasi dan kas. Menurut José Torres, ekonom senior di Interactive Brokers, pasar saat ini didominasi oleh posisi 'risk-off', di mana investor melepas saham demi obligasi, emas batangan, kontrak berjangka dolar AS, minyak mentah, opsi volatilitas, derivatif indeks saham, hingga kontrak prediksi.
Harga emas sendiri melonjak ke rekor tertinggi setelah pengumuman tarif tersebut. Meskipun sedikit terkoreksi, harga logam mulia ini tetap tinggi dan diperkirakan masih bisa naik.
“Emas tetap terdorong oleh ketidakpastian dagang, ketegangan geopolitik, lemahnya dolar AS, peningkatan pembelian oleh bank sentral, dan meningkatnya risiko resesi,” kata analis BMI.
