Penuhi Syarat Gabung OECD, Airlangga Ungkap Pemerintah Perluas Lungkup Kerja KPK

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Sumber :
  • Antara.

Jakarta, VoxPop – Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan informasi terbaru terkait dengan kelanjutan Indonesia bisa menjadi anggota penuh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Dia mengaku optimis Indonesia bisa menjadi bagian OECD selama empat tahun.

img_title KPK Tegaskan Penanganan Kasus Febrie Murni di Kejagung: Kami Hanya Kebagian Tempat Penahanan Saja

Airlangga menuturkan bahwa sikap optimisnya itu muncul setelah dirinya resmi menyerahkan inisial memorandum ke Prancis. Sebab, inisial memorandum merupakan bagian terpenting untuk masuk dalam keanggotaan organisasi negara-negara maju. 

Airlangga meyerahkan inisial memorandum tersebut ketika dirinya melakukan kunjungan kerja ke Prancis.

img_title Prancis Tolak Spanyol Keluar dari Perjanjian Schengen, Ini Alasannya!

"Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, Indonesia secara aktif bergabung dalam berbagai kesepakatan serta organisasi internasional strategis, antara lain kita sudah menjadi anggota penuh dari BRICS sedang berproses dalam aksesi Comprehensive Partnership TPP, CPTPP, dan OECD yang ini merupakan sebuah perkumpulan ekonomi negara-negara maju," ujar Airlangga Hartarto dalam siaran persnya secara daring, Rabu 4 Juni 2025 malam.

Kemudian, Airlangga menegaskan bahwa kunjungan kerjanya ke Prancis juga merupakan kunjungan penting. Sebab, dirinya akan menyerahkan dokumen inisial memorandum di forum tingkat Menteri OECD 2025.

img_title Tak Kunjung Panggil Menhut Raja Juli, Begini Penjelasan KPK

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Photo :
  • VoxPop.co.id/Anisa Aulia

Airlangga juga menyebut bahwa disela pergemuan kunjungan kerja di Prancis, delegasi Indonesia turut membahas mengenai reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang disampaikan ketika forum Informal WTO Trade Minister Gathering.

Kata Airlangga, delegasi Indonesia juga melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal WTO, Ngozi Okonjo-Iweala.

"Sesuai dengan arahan dan penugasan Bapak Presiden, kunjungan kerja ke Paris ini dengan agenda utama, yang pertama tentu menyerahkan inisial memorandum sebagai persyaratan untuk Indonesia masuk dalam aksesi OECD di pertemuan tingkat Menteri di Dewan OECD pada tahun 2025," ucap Airlangga.

Dia menjelaskan bahwa di waktu yang bersamaan, Indonesia juga melakukan pertemuan secara bilateral dengan negara Amerika Serikat, Jepang, Swiss, Chile dan Sekretaris Jenderal Asean.

Dalam pertemuannya, Indonesia turut menyoroti terkait pertemuan dengan United States Trade Representative (USTR). Saat itu, pertemuannya diwakili oleh Duta Besar Jameson Greer, guna membahas kelanjutan kebijakan tarif resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut