Viral PHK Massal Gudang Garam, Intip Sosok Susilo Wonowidjojo dan Laba yang Anjlok

PT Gudang Garam Tbk (GGRM).
Sumber :
  • ANTARA/Arief Priyon

Kediri, VoxPop – Kabar pemutusan hubungan kerja atau PHK di Indonesia kembali mencuat.

img_title Angka PHK Meningkat, OJK Pastikan Belum Ada Dampak Sistemik ke Industri Dana Pensiun

Kali ini berasal dari Kediri, Jawa Timur. Adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM) diduga melakukan PHK massal, sebagaimana dari video viral di media sosial X (Twitter) yang memperlihatkan puluhan buruh pabrik rokok legendaris itu sedang berkumpul.

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah karyawan yang mengenakan seragam berlogo gudang garam, nampak bersalaman sembari menangis tanda perpisahan.

img_title Terkena PHK? Ini 21 Ide Bisnis yang Bisa Jadi Sumber Penghasilan Baru, Bisa Dimulai dengan Modal Minim

Jika benar informasi tersebut, maka ada beberapa faktor yang mempengaruhinya.

Mulai dari pasokan tembakau yang terbatas, kurangnya inovasi produk rokok dalam menyesuaikan tren pasar, maraknya peredaran rokok ilegal, dan semakin tingginya pajak cukai rokok.

img_title Dasco Kawal Kesepakatan Tripartit, Pastikan Tak Ada PHK di Streamlining Telkom

Hingga kini, pihak Gudang Garam (GGRM) belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar PHK massal tersebut.

Meski tidak sampai merugi, perusahaan rokok legendaris yang berbasis di Kediri, Jawa Timur, ini mengalami penurunan laba yang sangat tajam.

Pada 2023, Gudang Garam masih mampu mencatatkan keuntungan Rp5,32 triliun. Namun, itu adalah tahun terakhirnya meraup cuan.

Berdasarkan laporan keuangan semester pertama yang dipublikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), 31 Juli 2025, Gudang Garam membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih senilai Rp117,16 miliar.

Laba GGRM juga merosot 87,34 persen dibandingkan laba di periode yang sama tahun sebelumnya (yoy) sebesar Rp925,52 miliar.

Penurunan laba ini seiring menyusutnya pendapatan Gudang Garam. Di semester I 2025, pendapatan Gudang Garam tercatat Rp44,37 triliun, turun 11,29 persen dari semester I 2024 sebesar Rp50,02 triliun.

Gudang Garam dimiliki oleh keluarga Wonowidjojo melalui perusahaan induk PT Suryaduta Investama, yang menguasai 69,29 persen saham.

Konglomerat Susilo Wonowidjojo menjadi pemegang saham utama sekaligus generasi kedua penerus bisnis yang dirintis Surya Wonowidjojo pada 1958.

Selain itu, Susilo Wonowidjojo juga memiliki saham langsung sebesar 0,09 persen. Adiknya, Juni Setiawati Wonowidjojo, tercatat menggenggam 0,58 persen saham sekaligus menjabat Komisaris Utama Gudang Garam.

Di luar Susilo Wonowidjojo dan Juni Setiawati, pemegang saham lain Gudang Garam (GGRM) antara lain Lucas Mulia Suhardja dan PT Suryamitra Kusuma (6,26 persen), sementara sisanya dimiliki publik (23,78 persen).

Ilustrasi buruh garmen

Kemenperin Ungkap Penyebab Ancaman PHK 1.500 Pekerja Garmen di Jateng, Bukan karena Serbuan Impor

Kemenperin menjelaskan dugaan ancaman PHK sekitar 1.500 pekerja garmen di Jawa Tengah dipicu karena turunnya pesanan ekspor, bukan akibat banjir produk impor.

img_title
VoxPop.co.id
30 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut