Rugi! Starbucks Tutup Ratusan Gerai dan PHK 900 Karyawan
Jakarta, VoxPop – Starbucks, jaringan kopi raksasa asal Amerika Serikat, tengah menghadapi tekanan besar dalam bisnisnya.
Setelah bertahun-tahun menjadi simbol gaya hidup perkotaan dan tempat nongkrong populer, kini perusahaan harus mengambil langkah drastis untuk memperbaiki kinerja keuangan.
Salah satu strategi yang diumumkan adalah penutupan ratusan gerai serta pemangkasan karyawan di kantor pusat. Langkah ini dilakukan setelah bisnis Starbucks mengalami stagnasi.
Penjualan dilaporkan tidak menunjukkan perbaikan signifikan, saham turun sekitar 12 persen dalam setahun terakhir, dan strategi inovasi yang digagas CEO Brian Niccol belum memberikan hasil memuaskan.
Perubahan menu, renovasi gerai, hingga peluncuran produk baru belum cukup untuk membalikkan tren penurunan.
Kini, Starbucks harus merestrukturisasi bisnis dengan biaya yang sangat besar. Niccol mengumumkan bahwa Starbucks akan menutup ratusan gerai bulan ini, atau sekitar 1 persen dari total lokasi.
Sebagaimana diketahui, pada akhir Juni 2025, perusahaan memiliki 18.734 gerai di Amerika Utara. Dengan penutupan tersebut, Starbucks memperkirakan akan mengakhiri September dengan hanya 18.300 gerai.
Perusahaan memperkirakan upaya restrukturisasi ini akan menelan biaya US$1 miliar atau setara Rp16,7 triliun.Saham Starbucks (SBUX) tidak banyak bergerak dalam perdagangan pra-pasar setelah pengumuman tersebut.
Dalam surat kepada karyawan, Niccol menulis bahwa perusahaan telah melakukan tinjauan menyeluruh terhadap keberadaan gerai.
Lokasi yang akan ditutup adalah yang “tidak mampu menciptakan lingkungan fisik yang diharapkan pelanggan dan mitra, atau di mana kami tidak melihat jalan menuju kinerja keuangan.”
Starbucks memang kerap menutup gerai karena berbagai alasan, termasuk kinerja yang buruk. Namun, Niccol menegaskan bahwa kali ini skalanya jauh lebih besar.
“Ini adalah tindakan yang lebih signifikan yang kami pahami akan berdampak pada mitra dan pelanggan. Kedai kopi kami adalah pusat komunitas, dan menutup lokasi mana pun bukanlah hal yang mudah,” ujarnya, seperti dikutip dari CNN, Jumat, 26 September 2025.
Meski menutup ratusan gerai, Starbucks menegaskan akan kembali ke fase pertumbuhan. Perusahaan berencana merombak lebih dari 1.000 gerai dengan tampilan baru yang menonjolkan kursi lebih nyaman, lebih banyak colokan listrik, serta nuansa warna yang lebih hangat.
