Nestle Bakal PHK 16.000 Karyawan, CEO: Dunia Sedang Berubah

Logo Nestle (Doc: AP Photo)
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Natania Longdong

Jakarta, VoxPop – Nestle, perusahaan makanan Swiss yang memiliki merek termasuk kopi Nespresso dan air Perrier, akan memangkas 16.000 pekerjaan di seluruh dunia dalam dua tahun ke depan. Hal tersebut disampaikan Chief Executive Officer barunya, Philipp Navratil.

img_title Kemenperin Ungkap Penyebab Ancaman PHK 1.500 Pekerja Garmen di Jateng, Bukan karena Serbuan Impor

"Dunia sedang berubah, dan Nestle perlu berubah lebih cepat," ujar Philipp, yang mengambil alih kendali perusahaan multinasional awal September, sebagaimana dikutip dari France24, Kamis, 16 Oktober 2025.

Hal tersebut termasuk mengambil keputusan sulit tetapi diperlukan untuk mengurangi jumlah karyawan.

img_title Angka PHK Meningkat, OJK Pastikan Belum Ada Dampak Sistemik ke Industri Dana Pensiun

Navratil menyampaikan hal ini saat perusahaan mempublikasikan angka penjualan sembilan bulan yang menunjukkan penurunan sebesar 1,9 persen menjadi 65,9 miliar franc Swiss atau setara US$83 miliar.

PHK ini mencakup 12.000 pekerjaan kantoran untuk menghemat satu miliar franc Swiss bagi perusahaan, dua kali lipat dari rencana sebelumnya, yakni di atas 4.000 pemutusan kerja yang sudah berlangsung di bagian produksi dan rantai pasokan.

img_title 5 Profesi Baru dengan Gaji Menarik, Ada Peluang Karier dengan Masa Depan Menjanjikan

Navratil mengatakan, Nestle meningkatkan target penghematannya menjadi tiga miliar franc Swiss pada akhir 2027, naik dari target sebelumnya sebesar 2,5 miliar.

Logo Nestle

Photo :
  • current.com

Raksasa makanan ini, yang memiliki lebih dari 2.000 merek termasuk cokelat Kit Kat dan makanan anjing Purina, mengalami bulan September yang penuh gejolak. Mulai dari pemecatan CEO sebelumnya karena hubungan di kantor, diikuti dengan pengunduran diri lebih cepat dari ketua perusahaan.

Para analis keuangan berharap Navratil berhasil mengembalikan stabilitas pada grup, yang pertumbuhannya menurun sejak 2022. Nestle juga diguncang oleh skandal terkait air botolnya yang dimulai di Prancis pada 2024.

Sebagaimana diketahui, pertumbuhan penjualan organik perusahaan ini mencapai 3,3 persen dalam sembilan bulan pertama di 2025, didorong oleh kenaikan harga sebesar 2,8 persen.

Ekonom dan Mantan Senior Executive Vice President Bank CIMB Niaga, Dr. Michael Gerald Jusanti

Tes Insolvensi Wajib Dinilai Mampu Lindungi Perusahaan Sehat dari Pailit Prematur, Begini Penjelasannya

Michael mengatakan, hukum di RI saat ini tak mewajibkan tes insolvensi di tahap awal sebagai syarat material. Maka putusan pailit sangat mudah dijatuhkan secara prematur.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut