SMF Cetak Surat Utang 73 Kali untuk Dongkrak Likuiditas Perumahan Nasional, Nilainya Hampir Rp75 Triliun
- VoxPop.co.id/Anisa Aulia
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyampaikan bahwa sektor perumahan merupakan sektor penting yang diyakini berperan dalam menggerakkan dan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian. Oleh karena itu, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sektor perumahan mendapat tempat yang sangat penting.
Untuk rumah bersubsidi, misalnya, APBN menyediakan likuiditasnya. Namun, pemerintah berharap likuiditas tersebut dapat dikombinasikan dengan likuiditas dari pasar, pasar modal, dan pemilik likuiditas lainnya.
“Kita berharap bahwa sektor perumahan ini bisa kita kembangkan lebih pesat lagi, lebih besar," kata Wamenkeu Suahasil.
Suahasil juga menyinggung, keberadaan SMF menghubungkan dengan sektor keuangan yang lain dengan 'layaknya' surat berharga dari SMF yang dapat direpokan di bank sentral dapat menciptakan likuiditas yang lebih besar lagi dalam perekonomian nasional.
"Moga-moga ini menciptakan likuiditas yang lebih besar lagi dalam perekonomian kita,” kata Suahasil.
