6.000 Airbus A320 Bermasalah, Ini Dampaknya ke Penerbangan Asia, Eropa, Hingga AS

Airbus A320
Sumber :
  • simpleflying

Paris, VoxPop – Industri penerbangan global diguncang setelah Airbus mengeluarkan perintah perbaikan darurat terhadap 6.000 pesawat A320 family, lebih dari separuh armada jet jenis tersebut di seluruh dunia. Langkah mendadak ini memicu potensi kekacauan jadwal penerbangan pada akhir pekan tersibuk di Amerika Serikat dan sejumlah negara.

img_title Pesawat Komersial Terbesar di Dunia Bakal Mendarat di Bandara Soetta

Dilansir Reuters, recall besar-besaran itu muncul setelah insiden pesawat JetBlue pada 30 Oktober dari Cancun menuju Newark yang mengalami kehilangan ketinggian tak sengaja dan melukai 10 penumpang. Investigasi dilakukan badan kecelakaan udara Prancis BEA.

CEO Airbus, Guillaume Faury, menyampaikan permintaan maaf kepada maskapai dan penumpang. Ia menuliskan di LinkedIn, "Saya ingin dengan tulus meminta maaf kepada maskapai pelanggan dan penumpang yang terdampak sekarang," tulisnya.

img_title Pengadilan Nyatakan Airbus dan Air France Bersalah atas Kecelakaan Pesawat Jatuh di Samudra Atlantik pada 2009

Sumber industri menyebut Airbus telah memberi tahu bahwa beban perbaikan sebagian pesawat ternyata lebih ringan dari perkiraan awal. Jumlah pesawat yang memerlukan penggantian perangkat keras lama lebih sedikit dari prediksi 1.000 unit.

Upaya Global Cegah Kekacauan Jadwal

img_title Perkuat Operasional dan Profitabilitas, AirAsia Borong 150 Unit Airbus A220 Senilai US$19 Miliar

Maskapai seluruh dunia bergerak cepat sepanjang Jumat malam hingga Sabtu untuk menerapkan pembaruan perangkat lunak, terutama dengan mengembalikan pesawat ke versi software sebelumnya. Langkah ini menghabiskan waktu dua sampai tiga jam per pesawat dan menjadi syarat sebelum kembali mengangkut penumpang.

Sejumlah maskapai besar seperti American Airlines, United Airlines, Air India, Delta, Wizz Air, Volaris, Air Arabia, Flyadeal, dan operator Taiwan melaporkan hampir seluruh pesawat terdampak sudah diperbaiki. Banyak di antaranya menegaskan operasi mereka tidak terganggu.

Di Amerika Serikat, Menteri Transportasi Sean Duffy mengatakan maskapai yang terdampak telah menunjukkan kemajuan besar dan diperkirakan menyelesaikan pembaruan perangkat lunak sebelum batas waktu Minggu tengah malam. Dalam unggahannya di X, ia menyampaikan bahwa penumpang "seharusnya tidak mengharapkan gangguan besar."

Namun, JetBlue justru memberi kabar sebaliknya. Maskapai itu menyatakan telah membatalkan puluhan penerbangan yang direncanakan pada Minggu, dan memperingatkan pembatalan lanjutan tidak dapat dihindari. JetBlue menyebut sebagian perbaikan sekitar 30 pesawat masih berlangsung meski mayoritas armada akan selesai pada Minggu pagi.

Eropa dan Asia Ikut Terdampak

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut