Penerima BLT Kesra di Daerah Ini Membeludak, Dampak Bencana Sumatera Jadi Tantangan
- ANTARA
Jakarta, VoxPop – Kantor Pos Indonesia Kota Batam mencatat, penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, membeludak. Jumlah penerima di beberapa kecamatan naik hingga tiga kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.
Koordinator Lapangan Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Anton Hernomo, mengatakan peningkatan jumlah KPM sangat signifikan dibandingkan tahun lalu.
“Untuk Kecamatan Bengkong terjadi pembeludakan penerima bantuan sekitar tiga kali lipat, dari seribu menjadi lebih dari tiga ribu orang,” ujar Anton dikutip dari keterangannya, Kamis, 4 Desember 2025.
Ia menjelaskan, setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp900 ribu, dengan syarat wajib membawa KTP asli. Pengambilan boleh diwakilkan, namun hanya oleh anggota yang berada dalam satu Kartu Keluarga (KK). Realisasi penyaluran berada di angka 50–60 persen, salah satu penyebabnya karena banyak warga Batam yang sedang pulang kampung pascabencana di Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
"Banyak penerima pergi ke luar kota ingin melihat keluarga yang tertimpa musibah, karena itu tidak bisa diwakilkan jika bukan satu KK. Rata-rata kami melayani seribu orang per hari,” ucap Anton.
Sementara itu, Korlap Kecamatan Batuaji, Elvi, menyampaikan bahwa wilayahnya memiliki 3.190 KPM dari empat kelurahan. “Realisasi sudah sekitar 70–80 persen. Kendalanya, banyak penerima belum memahami SOP. Mereka datang tapi bukan satu KK, jadi kami tidak bisa bayarkan,” kata Elvi.
Ia memastikan bahwa syarat KTP dan KK asli harus dibawa, dan pengambilan tidak bisa diwakilkan oleh orang yang berbeda KK. “Kalau penerima berada di luar kota, mereka tetap harus datang dalam waktu yang ditentukan. Kalau lewat, dana kembali ke negara,” ucapnya tegas.
Sejumlah warga di Batuaji mengaku sangat terbantu dengan BLT Kesra. Susan Ritonga, warga Tembesi, mengaku terkejut saat mendapat pemberitahuan dari RT.
“Enggak nyangka dapat bantuan. Saya diminta bawa KTP dan KK asli. Bantuan Rp900 ribu ini mau dipakai untuk bayar listrik dan makan sehari-hari,” tuturnya.
Susan berharap bantuan bisa terus berlanjut. “Semoga tahun depan dapat lagi, dan pemerintah terus menyalurkan bantuan untuk warga yang membutuhkan,” ujarnya.
