Analis Sorot Naiknya Harga Emas dan Perak Dongkrak Penguatan IHSG

Pergerakan IHSG.
Sumber :
  • VoxPopnews/M Ali Wafa

Jakarta, VoxPop - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 24,12 poin atau 0,30 persen ke posisi 8.146,72 pada sesi perdagangan Rabu, 4 Februari 2026. Bangkitnya IHSG seiring penguatan harga emas dan perak yang sebelumnya mengalami koreksi tajam. 

img_title IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.226, Saham Emiten Ini Masih Jadi Penopang Transaksi

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyampaikan IHSG dibuka menguat lalu bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak kembali ke zona hijau hingga penutupan perdagangan hari ini. 

Sebanyak 301 saham naik 391 saham menurun, dan 125 tidak bergerak nilainya. Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar antara lain MBTO, NZIA, NASI, LAJU dan SURI sedangkan saham-saham yang terkoreksi drastis adalah BIPI, TRUE, UNIQ, MORA dan BUVA.

img_title IHSG Dibuka Menghijau Siap Uji Resistance, Wall Street dan Bursa Asia Kompak Menguat

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.890.404 kali transaksi. Sementara itu, jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 45,43 miliar lembar saham senilai Rp25,74 triliun. 

"Berlanjutnya rebound harga emas dan perak menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan indeks," tutur Ratna Lim dikutip dari Antara pada Rabu, 4 Februari 2026. 

img_title Harga Emas Antam Hari Ini 1 Agustus 2026 Ambles Rp20.000, Buyback Ikut Turun Jadi Rp2,368 Juta

Ilustrasi emas

Photo :
  • Halomoney.

Melansir data Gold Price hingga pukul 19.14 WIB pada Rabu, 4 Februari 2026, harga emas dunia melesat 2,77 persen atau 136,18 poin ke level US$5.044,28 atau sekitar Rp 84,7 juta (estimasi kurs Rp 16.800 per dolar AS) per ons troy. Kenaikan ini memangkas koreksi tajam di mana harga sempat terjun menyentuh level US$4.600.

Sementara itu, harga perak turut menunjukkan lonjakan sebesar 8,00 persen menjadi US$89,85 atau sekitar Rp 1,50 juta per ons troy. Senasib dengan emas, perak sempat tergerus hingga terkapar di bawah level US$80. 
 
Ratna menambahkan, pelaku pasar akan mencermati data retail sales kawasan Eropa periode bulan Desember 2025. Pasar memperkirakan terjadi pertumbuhan sebesar  2,3 secara year on year (yoy) dari sebelumnya 2 persen pada November 2025.

Selain itu, pelaku pasar juga menantikan pertemuan Europan Central Bank (ECB), yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 2,15 persen dan deposit facility rate di 2 persen. Sementara itu, pertemuan Bank of England (BoE) diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya tetap di level 3,75 persen.

"Kami memperkirakan IHSG berpotensi uji level 8.200 pada perdagangan Kamis," demikian prediksi Ratna.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut