Bursa Asia Ngegas Usai Kekhawatiran AI Mereda, Investor Tunggu Data Inflasi Tiongkok

Papan indeks di bursa Asia
Sumber :
  • CNBC

Jakarta, VoxPop - Bursa Asia-Pasifik melesat pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 11 Februari 2026. Kenaikan terjadi seiring meredanya kekhwatiran tentang kecerdasan buatan (AI) dan lesunya data ekonomi emiten-emiten di bursa Amerika Serikat (AS) yang membuat investor cemas.

img_title IHSG Dibuka Menghijau Siap Uji Resistance, Wall Street dan Bursa Asia Kompak Menguat

Laporan penjualan ritel AS pada bulan Desember 2025 menunjukkan bahwa pengeluaran konsumen stagnan. Hasil ini melesat dari prediksi para ekonom yang memperkirakan kenaikan bulanan sebesar 0,4 persen. 

Investor di kawasan Asia akan mencrermati data inflasi Tiongkok pada bulan Januari 2026. Inflasi diproyeksi turun menjadi 0,4 persen dari 0,8 persen pada bulan Desember 2025.

img_title 3 Aplikasi AI untuk Transkrip Video 2026, Ketika Editing dan Dokumentasi Menjadi Lebih Efisien

Sementara itu, indeks harga produsen Tiongkok diperkirakan akan tetap berada di wilayah deflasi untuk bulan ke-40 berturut-turut. Tepatnya di level minus 1,5 persen dibandingkan dengan minus 1,9 persen pada bulan sebelumnya. 

Ilustrasi bursa efek.

Photo :
  • VoxPop.co.id/Muhamad Solihin
img_title HP Android Sedang Mengalami Revolusi Besar, AI Menjadi Alasan Utama Banyak Orang Mulai Upgrade Smartphone

Dikutip dari CNBC Internasional, indeks Kospi Korea Selatan melambung 0,18 persen sekaligus mencatatkan kenaikan hari ketiga berturut-turut. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil membukukan lonjakan sebesar 0,33 persen. 

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 menguat 0,92 persen di awal perdagangan. Indeks Hang Seng Hong Kong berjangka naik ke posisi 27.260 dari sebelumnya di level 27.183,15.

Bursa Jepang tutup karena hari libur nasional.

Bursa AS menunjukkan pergerakan fluktuatif. Indeks S&P 500 melemah 0,33 persen dan Nasdaq Composite anjlok 0,59 persen lantaran kekhawatiran tentang AI melanda Wall Street. 

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,1 persen dan mencatat rekor penutupan tertinggi di angka 50.188,14.
Indeks acuan ini mencetak rekor intraday ketiga berturut-turut di awal perdagangan sebagai reli lanjutan setelah berhasil melampaui level 50.000 untuk pertama kalinya pada pekan lalu.

Ilustrasi mata uang Rupiah.

Rupiah Menguat ke Rp 18.008, Pasar Cermati Indikator Ekonomi dari Inflasi hingga Neraca Dagang

Hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 18.008 per dolar AS. Posisi itu menguat 14 poin atau 0,08 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 18.022 per dolar AS

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut