Perang AS-Iran Guncang IHSG, Analis: Investor Mulai Masuk Lagi ke Pasar RI

Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI)
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, VoxPopKonflik Timur Tengah berkepanjang memicu berbagai sentimen yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sehingga mengalami tekanan hampir sebulan. Setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri, indeks mulai menunjukkan tanda pemulihan seiring kembalinya investor ke pasar saham domestik.

img_title IHSG Ditutup Menguat 0,77 Persen ke Level 6.234, Seluruh Indeks Bursa Kompak Berakhir di Zona Hijau

Analis pasar modal, Reydi Octa, menilai ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global masih tinggi. Menurutnya, tingkat suku bunga tinggi dan volatilitas harga minyak akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran sempat memicu aksi jual di pasar saham.

Menurutnya, pelaku pasar melakukan diversifikasi ke aset defensif seperti emas, obligasi dan menjauhi aset berisiko. Reydi juga mengingatkan, aliran dana akan sangat sensitif terhadap perkembangan konflik dan inflasi. 

img_title IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau Saat Sesi II Dibuka, Menguat 0,55% ke Level 6.220

Reydi melihat investor mulai kembali masuk secara bertahap ke pasar saham Indonesia (capital inflow). Meskipun masih selektif dan berhati-hati.

"Asing belum agresif, masih dalam fase akumulasi terbatas sambil menunggu kepastian arah global dan stabilitas makro," tutur Reydi dikutip dari Antara, Rabu, 25 Maret 2026.

img_title IHSG Dibuka Menguat Serupa Wall Street Meski Dibayangi Koreksi, Bursa Asia Bergerak Variatif

Ilustrasi Investasi

Photo :
  • pexels.com/Karolina Kaboompics

Kembalinya investor sejalan pemulihan IHSG seiring dengan penguatan Bursa saham kawasan Asia. Hingga penutupan perdagangan Rabu, 25 Maret 2026, IHSG menguat 2,75 persen atau 195,28 poin hingga menembus level 7.302,12.

Sementara itu, Bursa saham regional Asia, diantaranya indeks Nikkei menguat 1.474,72 poin atau 2,82 persen ke 53.727,00, indeks Shanghai menguat 50,56 poin atau 1,30 persen ke 3.931,84, indeks Hang Seng menguat 217,79 poin atau 0,87 persen ke 25.281,50, dan indeks Strait Times menguat 34,54 poin atau 0,71 persen ke 4.896,97.

Reydi menjelaskan, kenaikan IHSG didorong oleh kombinasi technical rebound setelah libur panjang Lebaran, membaiknya sentimen global, serta rotasi dana ke sektor energi dan barang konsumen non-primer.
Selain itu, meredanya tensi geopolitik dan penurunan harga minyak memberi ruang bagi IHSG untuk rebound.

Lebih lanjut, Reydi memproyeksikan suku bunga global masih berpotensi bertahan tinggi dalam jangka waktu lebih lama (higher for longer). Sementara itu, harga minyak diperkirakan tetap berfluktuasi mengikuti eskalasi geopolitik, sehingga konflik AS-Iran menjadi faktor utama penggerak pasar saat ini.

“Jika tensi mereda, pasar bisa rebound. Namun jika eskalasi meningkat, tekanan akan kembali dominan,” kata Reydi.

Ilustrasi emas

Di Tengah Gejolak Geopolitik, Emas Diprediksi Tetap Jadi Primadona Investor

Di tengah berbagai ketidakpastian tersebut, permintaan emas global tetap menunjukkan ketahanan. Ibrahim mengutip data World Gold Council (WGC) yang mencatat permintaan em

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut