Purbaya Takut Suplai BBM Terhenti, Warga Diminta Siap-Siap Hadapi Krisis Energi

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Sumber :
  • [tangkapan layar]

Jakarta, VoxPop - Eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang berkelanjutan berimbas pada terganggunya pasokan energi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Menghadapi kondisi suplai yang menipis, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperingatkan masyarakat Tanah Air agar bersiap jika benar terjadi krisis energi melanda. 

img_title Singgung Masalah Pengawasan, Begini Respons Purbaya soal Isu BI Bakal Masuk Kabinet

Filipina secara resmi menyatakan status darurat energi nasional. Senabis, Bangladesh turut mengumumkan bahwa negaranya telah dilanda krisis bahan bakar minyak (BBM). 

Purbaya menekankan, darurat energi bukan karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tidak cukup untuk membeli minyak mentah mengingat lonjakan tinggi akibat perang ini. Daripada mahalnya harga minya dunia, Purbaya justru lebih mengkhawatirkan suplainya yang bisa memicu krisis energi. 

img_title Purbaya: Eskalasi Konflik Timur Tengah Dorong Imbal Hasil SBN ke 7,14 Persen

"Darurat energi itu bukan di APBN. Darurat energi adalah kalau misalnya suplainya berhenti, itu yang saya takut. Bukan harganya, (tetapi) suplainya nggak ada,'" kata Purbaya di Jakarta, Rabu, 25 Maret 2026. 

Ilustrasi minyak mentah.

Photo :
  • The Cable
img_title Purbaya: Realisasi Anggaran MBG Capai Rp 101,1 Triliun hingga Akhir Kuartal II-2026

Purbaya mengatakan, sampai saat ini persediaan masih terjaga. Namun, ia meminta warga untuk bersiap-siap dalam mengantisipasi pasokan BBM yang mulai menipis sehubungan penjagaan ketat di Selat Hormuz. 

"Masih ada suplainya. Jadi kalau dibilang darurat, enggak, tetapi kita mesti siap-siap terus ke depan," ucap Purbaya.

Lebih lanjut, bendahara negara ini memastikan bahwa APBN masih mumpuni untuk menghadapi lonjakan harga minyak dan tidak akan diubah hingga akhir tahun 2026. Meski demikian, Purbaya akan tetap mengikuti arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

"Saya nggak akan ubah APBN atau subsidi yang ada sampai titik yang mungkin nanti harganya tinggi sekali. Pada saat sekarang, sampai akhir tahun dengan harga sekarang, kita masih tahan APBN, tergantung keputusan pimpinan nantinya, tetapi saya tawarkan, aman," jelas Purbaya. 

Purbaya tetap mempertahankan alokasi subsidi energi dalam APBN. Menurutnya, masih terlalu dini untuk mengubah harga BBM karena  penyesuaian harus melewati proses perhitungan berdasarkan kenaikan rata-rata, tidak tiba-tiba. 

"Nanti kalau naiknya (tinggi) baru kita hitung lagi berapa. Jadi nggak otomatis tiba-tiba jadi US$100, kan kita hitung rata-rata," tegasnya.

Purbaya, GIIAS 2026

Total Dana SAL di Himbara Capai Rp 400 Triliun, Purbaya: Kalau Masih Kurang, Saya Tambah!

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan sinyal bahwa pihaknya bakal kembali menambah penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank Himbara dalam waktu dekat.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut