Meta Platform PHK Ratusan Karyawan, 5 Divisi Ini Jadi Target Utama

Meta Platforms Inc
Sumber :
  • Magazyn

Jakarta, VoxPop – Perusahaan teknologi multinasional yang dipimpin  Mark Zuckerbrg, Meta Platforms, mengumumkan telah memulai  pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan pada Rabu waktu setempat, 25 Maret 2026. Pemangkasan tenaga disebut menjadi bagian dari restrukturisasi besar-besaran. 

img_title Soroti Pemborosan Anggaran, Mendagri Tito Ingatkan Kepala Daerah: Jangan Mau Dibohongi Bawahan!

Melansir NBC News, Sumber yang mengetahui kebijakan ini mengatakan bahwa PHK massal tidak hanya menyasar lima divisi antara lain reality Reality Labs, rekrutmen, penjualan, operasional global, dan tim media sosial Facebook.

Juru bicara Meta menegaskan perubahan organisasi merupakan hal yang rutin dilakukan perusahaan sehubung dengan arah baru perusahaan yang semakin fokus pada pengembangan kecerdasan buatan (AI). Ia menambahkan, perusahaan akan berupaya mencari peluang lain bagi karyawan yang posisinya terdampak.

img_title Mendagri Tito Minta Pemda Efisiensi Dulu Sebelum Minta Tambah Anggaran

“Tim di seluruh Meta secara berkala melakukan restrukturisasi atau perubahan untuk memastikan berada dalam posisi terbaik guna mencapai tujuan mereka,” ucap Juru Bicara Meta Platform dalam keterangan resminya. 

Ilustrasi PHK.

Photo :
  • VoxPop.co.id/Andrew Tito
img_title Kemenperin Ungkap Penyebab Ancaman PHK 1.500 Pekerja Garmen di Jateng, Bukan karena Serbuan Impor

Sebagian besar karyawan yang terkena dampak telah menerima pemberitahuan pada hari yang sama. Namun, dalam beberapa kasus, proses ini bisa berlangsung dalam beberapa pekan ke depan, tergantung pada lokasi dan kondisi masing-masing pekerja.
Meta juga menawarkan sejumlah opsi bagi karyawan terdampak, mulai dari penempatan di posisi baru hingga peluang relokasi ke wilayah lain.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, sebelumnya telah memberi sinyal kuat terkait perubahan ini. Dalam unggahan di Facebook pada Januari lalu, Zuckerberg mengatakan bahwa AI akan membawa dampak besar bagi bisnis perusahaan pada 2026. 

“Kami mulai melihat proyek yang sebelumnya membutuhkan tim besar kini bisa diselesaikan oleh satu orang yang sangat berbakat,” ungkap Bos Meta. 

Manajemen Meta mengakui bahwa divisi Reality Labs masih menjadi beban keuangan perusahaan. Dalam laporan kinerja terbaru, perusahaan mencatat kerugian operasional sebesar US$6,02 miliar atau sekitar Rp 102,18 triliun (estimasi kurs Rp 16.980 per dolar AS) sementara pendapatan sebesar US$955 juta atau sekitar Ro 16,2 triliun sepanjang 2025.

Meta memperkirakan kerugian di divisi tersebut pada tahun 2026 akan berada di level yang sama. Sementara itu, biaya kompensasi karyawan diprediksi menjadi penyumbang terbesar kedua dalam pertumbuhan beban perusahaan, termasuk untuk mendukung perekrutan di sektor prioritas seperti AI.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut