Efek Perang Bikin Industri Matcha Jepang Kena Imbas, Ekspor Naik tapi Ekspansi Seret

Ilustrasi matcha latte
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, VoxPop – Dampak konflik di Timur Tengah mulai merembet ke industri teh Jepang, khususnya produk matcha. Meski permintaan global masih tinggi dan ekspor terus meningkat, pelaku usaha mulai menghadapi hambatan pada ekspansi bisnis dan pasokan energi.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Salah satu dampak yang langsung terasa adalah tertundanya rencana ekspansi toko atau kafe matcha di kawasan Timur Tengah. Meski demikian, dari sisi produksi, belum ada gangguan pada pengadaan bahan baku. 

Di tengah tantangan tersebut, kinerja ekspor justru menunjukkan tren yang kuat. Sepanjang 2025, nilai ekspor teh hijau Jepang, termasuk matcha, mencapai ¥72,1 miliar atau setara Rp7,71 triliun dengan asumsi kurs Rp107 per yen. Angka ini mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi dibandingkan komoditas pertanian, kehutanan, dan perikanan lainnya.

img_title Korban Tewas Gempa M 7,1 di Jepang Bertambah Jadi 30 Orang, 10.000 Orang Mengungsi-Kereta Shinkansen Setop Operasi

Kenaikan ini mencerminkan tingginya minat pasar global terhadap produk matcha. Permintaan yang terus meningkat menjadi peluang besar bagi Jepang untuk memperluas pangsa pasar internasional.

Namun, di balik peluang tersebut, pelaku industri mulai menghadapi kekhawatiran baru terkait pasokan energi. Ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu distribusi bahan bakar minyak yang sangat dibutuhkan dalam proses produksi teh.

img_title Usai Gempa M 7,1 di Jepang, Apakah Wisatawan Masih Aman Berkunjung?

Pada periode April hingga Juni, produsen membutuhkan bahan bakar dalam jumlah besar, terutama untuk proses pengeringan daun teh setelah panen. Gangguan pada pasokan ini dapat berdampak langsung pada produksi dan kualitas teh.

Menteri Pertanian Jepang, Norikazu Suzuki, mengungkapkan pentingnya menjaga stabilitas pasokan energi untuk mendukung keberlanjutan industri. “Penting untuk menciptakan situasi di mana pasokan bahan bakar minyak yang cukup dapat terpenuhi,” ujarnya sebagaimana dikutip dari The Jalan Times, Senin, 13 April 2026.

Ke depan, industri teh Jepang menghadapi dua tantangan sekaligus, yaitu menjaga momentum ekspor yang sedang naik dan memastikan kelancaran produksi di tengah risiko gangguan pasokan energi.

Jika konflik berkepanjangan, tekanan terhadap ekspansi bisnis dan operasional diperkirakan akan semakin besar, meski permintaan global terhadap matcha masih kuat.

Bintang voli putri Jepang, Yoshina Sato.

Jepang Turunkan Pemain Bintang di Asian Games 2026, Timnas Voli Putri Indonesia Wajib Waspada

Timnas voli putri Jepang memastikan akan menurunkan mayoritas pemain terbaiknya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski gagal meraih hasil maksimal di VNL 2026.

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut