LPDB Koperasi dan MUI Dorong Ekonomi Lokal Lewat Penguatan Koperasi Produktif di Seram Bagian Timur

LPDB Koperasi.
Sumber :
  • Dokumentasi LPDB.

Seram Bagian Timur, VoxPop – Komitmen memperkuat ekonomi umat berbasis koperasi kian nyata. Menindaklanjuti nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Koperasi dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), LPDB Koperasi hadir langsung di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku, untuk menggali dan mengakselerasi potensi ekonomi lokal melalui skema pembiayaan dana bergulir serta penguatan kelembagaan koperasi termasuk dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

img_title Total Dana SAL di Himbara Capai Rp 400 Triliun, Purbaya: Kalau Masih Kurang, Saya Tambah!

Langkah ini menjadi bagian dari upaya konkret menghadirkan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi daerah, terutama di wilayah dengan potensi sumber daya alam yang besar namun belum terkelola optimal. SBT dinilai memiliki kekayaan luar biasa mulai dari sektor perikanan, sagu, olahan kayu, kelautan, hingga potensi energi terbarukan berbasis pesisir yang siap dikembangkan melalui ekosistem koperasi modern.

Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman, menegaskan bahwa kehadiran LPDB bukan sekadar menyalurkan pembiayaan, tetapi membangun ekosistem koperasi yang kuat dan berkelanjutan.

img_title Penuhi Beragam Kebutuhan Nasabah Terpilih, BRI Multiguna Pre-Approved Jadi Solusi Pembiayaan Praktis

“LPDB hadir sebagai instrumen negara untuk memperkuat koperasi. Kami tidak hanya menyalurkan dana bergulir, tetapi juga melakukan pendampingan dan inkubasi usaha. Tahun ini, kami memiliki target penyaluran sebesar Rp2,1 triliun, dan kami melihat Seram Bagian Timur memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari akselerasi tersebut,” ujar Deva.

Ia menjelaskan, LPDB menawarkan pembiayaan dengan tarif kompetitif untuk skema konvensional dan skema syariah, tanpa biaya provisi dan administrasi. Skema ini diharapkan mampu mendorong koperasi tumbuh sebagai entitas bisnis yang mandiri dan profesional.

img_title 35 ribu Koperasi Merah Putih Mulai Beroperasi September, Menko ZUlhas Tegaskan Bukan Supermarket

Lebih jauh, Deva menyoroti berbagai peluang pengembangan usaha berbasis koperasi di SBT, mulai dari hilirisasi sagu, pengolahan hasil perikanan, pengembangan desa wisata, hingga pemanfaatan mangrove untuk carbon trading. Bahkan, sektor energi seperti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga desalinasi air laut dinilai dapat menjadi model bisnis koperasi masa depan.

Selain itu, pada tahap awal ini akan didorong KDKMP di wilayah tersebut agar mengakses dana bergulir LPDB Koperasi untuk mengakselerasi potensi lokal seperti industri pengolahan kayu yang diekspor ke negara Turki yang sudah melibatkan para KDKMP di wilayah Kecamatan Bula, dan juga pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya, serta Pertambakan Udang Vaname.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut