Pertamina Buka Suara Soal Wacana Penyesuaian Harga Pertamax dan Pertamax Green

Pengisian BBM Pertamax (dok Pertamina)
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

Jakarta, VoxPop Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga buka suara soal kemungkinan penyesuaian harga produk BBM non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green.

img_title Kapal Tanker Pertamina Jadi Penyelamat, 17 Korban KMP Mutiara Sentosa 2 Berhasil Dievakuasi Selamat

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan evaluasi terkait wacana penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green tersebut.

"Masih dalam evaluasi," kata Roberth, dikutip Senin, 20 April 2026.

img_title MyPertamina Sediakan Edukasi hingga Layanan Produk Gratis di GIIAS 2026

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun.

Photo :
  • Dokumentasi Pertamina.

Sebelumnya, Pertamina telah mengumumkan soal kenaikan harga sejumlah produk BBM non-subsidi, antara lain yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mulai hari Sabtu, 18 April 2026 lalu.

img_title Bahlil soal Harga Pertamax Turun: Ikuti Harga Minyak Mentah Dunia

Roberth menjelaskan penyesuaian harga itu telah selaras dengan regulasi, dan sudah dikoordinasikan, dilaporkan, dan dibahas bersama para pemangku kepentingan terkait lainnya.

Mengacu bahwa penyesuaian harga tersebut selaras dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, maka per 18 April 2026 Pertamina Patra Niaga menerapkan harga baru BBM nonsubsidi untuk Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite.

Rincian perubahan harga BBM non-subsidi itu antara lain yakni Pertamax Turbo dari Rp 13.100 per liter menjadi Rp 19.400 per liter; Dexlite dari Rp 14.200 per liter menjadi Rp 23.600 per liter; dan Pertamina Dex dari Rp 14.500 per liter menjadi Rp 23.900 per liter.

Sementara untuk harga BBM Pertamax (RON 92) masih dipertahankan di Rp 12.300 per liter, serupa dengan harga BBM jenis Pertamax Green yang juga masih tetap di harga Rp 12.900 per liter.

Selain itu, Pertamina juga masih mempertahankan harga BBM subsidi jenis Pertalite yang sebesar Rp 10.000 per liter, dan jenis Biosolar yang juga tetap sebesar Rp 6.800 per liter.

Sebelumnya, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan, kenaikan harga BBM jenis non-subsidi seperti Pertamax Turbo telah mengikuti mekanisme pasar sesuai regulasi yang berlaku.

Dia menegaskan, pengaturan harga oleh pemerintah hanya diberlakukan pada BBM bersubsidi, sementara BBM untuk kebutuhan industri dan kalangan mampu akan menyesuaikan dengan harga pasar. (Ant).

Ilustrasi Batu Bara

Bahlil Pangkas Harga Acuan Batu Bara Jadi US$124,44 Per Ton, Catat Rinciannya

Bahlil menurunkan Harga Batubara Acuan (HBA) menjadi sebesar US$124,44 per ton untuk batu bara kalori tinggi, bagi penjualan batu bara pada periode pertama Agustus 2026.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut