Kotoran Sapi Jadi Cuan, Koperasi di Lamongan Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan

Ketua Koperasi Tani Ternak Literasi Sumbersari Tomi Distianto
Sumber :
  • Viva/Siska Permata Sari

Surabaya, VoxPop – Usaha peternakan tak lagi hanya mengandalkan penjualan hewan ternak. Di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sebuah koperasi peternak mengembangkan berbagai unit usaha berbasis peternakan dan pengolahan limbah hingga mampu mencatat omzet lebih dari Rp50 juta per bulan.

img_title Pemerintah Siapkan Benih Gratis untuk 870 Ribu Hektare Perkebunan se-Indonesia

Koperasi Tani Ternak Literasi Sumbersari mengembangkan usaha sapi potong, pengolahan pupuk organik, warung sate, layanan aqiqah, hingga edukasi peternakan. Koperasi ini juga melibatkan masyarakat sekitar melalui program pengumpulan limbah ternak yang diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomi.

Ketua Koperasi Tani Ternak Literasi Sumbersari, Tomi Distianto mengatakan, awalnya koperasi hanya fokus pada budidaya sapi potong jenis limosin, simmental, dan sapi lokal. Namun, mereka kemudian mengembangkan usaha lain agar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat semakin luas.

img_title Ngeri! Petani Kopi Ditemukan Bersimbah Darah di Kebun, Alami Luka Bacok dan Tusuk

“Awalnya kami hanya fokus budidaya ternak sapi saja, namun kami melakukan pengembangan agar menjadi harapan. Jadi, peternakan di sini bukan hanya sekadar peternakan, tetapi harapan bagi peternak yang ada di sekitar kita, sehingga kami kembangkan unit usaha yang lain yaitu pengolahan limbah,” ujarnya di Lamongan, Jawa Timur. 

Melalui program Bank Literasi atau Bank Limbah Ternak Sumbersari, masyarakat dapat menyetorkan limbah ternak untuk diolah menjadi pupuk organik. Program tersebut juga membantu mengurangi persoalan limbah peternakan di wilayah sekitar.

img_title Skema Ini Diusulkan Diterapkan dalam Program MBG, Tujuannya Agar Tingkatkan Ekonomi Petani

“Kotoran ternak ini sebelumnya banyak terbuang, tidak termanfaatkan, justru menjadi sumber masalah pencemaran lingkungan. Tetapi melalui Bank Literasi ini bisa meminimalisir dan menjadi salah satu solusi bagi peternakan yang ada di wilayah kami,” kata Tomi. 

Produk pupuk organik dengan merek Literasi kini dipasarkan ke berbagai daerah, termasuk di luar Lamongan. Selain itu, koperasi juga mengelola Edukam Literasi yang digunakan untuk pelatihan, kunjungan, magang, hingga penelitian terkait peternakan dan pertanian.

Saat ini, koperasi memiliki total sekitar 235 ekor sapi, dengan sekitar 70 ekor berada di kandang koloni dan sisanya dipelihara anggota di rumah masing-masing. Selain itu terdapat sekitar 70 ekor kambing dan domba yang sebagian hasil budidayanya digunakan untuk menyuplai kebutuhan warung sate milik koperasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut