Purbaya Laporkan Defisit APBN Sebesar Rp 164,4 Triliun di Akhir April 2026, Cek Rinciannya

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Sumber :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Jakarta, VoxPop – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan, per 30 April 2026 tercatat bahwa APBN mengalami defisit sebesar Rp 164,4 triliun, atau 0,64 persen dari PDB.

img_title Aturan Kemenkeu soal Penunjukan Kuasa Wajib Pajak Dinilai Jadi Evolusi Signifikan Sektor Perpajakan

Defisit tersebut diketahui lebih rendah dari defisit di bulan sebelumnya yang mencapai Rp 240,1 triliun, karena ditopang oleh lonjakan penerimaan perpajakan yang tercatat tumbuh double digit.

"Sampai April 2026 defisitnya tinggal 164,4 triliun, atau 0,64 persen dari PDB," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

img_title Putusan MK: MBG Tak Boleh Pakai Anggaran Pendidikan Mulai 2028

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Photo :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Dia memastikan, defisit APBN di April 2026 itu masih sangat terjaga, terukur, dan sesuai dengan desain APBN 2026. Dengan pengelolaan pembiayaan anggaran yang dijaga agar tetap prudent, efisien, dan fleksibel dengan dinamika pasar keuangan, Purbaya meyakini bahwa ke depannya kondisi APBN akan semakin membaik.

img_title Namanya Masuk Bursa Calon Gubernur BI Pengganti Perry, Begini Respons Purbaya

Dia mencatat, realisasi pendapatan negara di April 2026 mencapai Rp 918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen, yang ditopang oleh pajak yang tumbuh 16,1 persen mencapai Rp 646,3 triliun.

Dari sisi kepabeanan dan cukai juga tercatat turut berkontribusi sebesar Rp 100,6 triliun, atau sekitar 29,9 persen. Sementara PNBP hingga April 2026 tercatat di angka Rp 171,3 triliun, atau sekitar 37,3 persen dari target APBN.

Meskipun di sisi lain, belanja negara tercatat masih lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pendapatan tersebut. Karena hingga akhir April 2026, realisasi belanja negara mencapai sebesar Rp 1.082,8 triliun atau 28,2 persen dari pagu APBN.

Rinciannya, belanja pemerintah pusat yakni sebesar Rp 826 triliun atau 26,2 persen, dan transfer ke daerah sebesar Rp 256,8 triliun atau 37,1 persen.

Belanja pemerintah pusat tersebut antara lain terdiri dari belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp 400,5 triliun atau 26,5 persen, dan belanja non-K/L sebesar Rp 425,5 triliun atau 26 persen.

Sementara itu, Kemenkeu juga mencatat bahwa keseimbangan primer berada di angka Rp 28 triliun atau 31,2 persen, dengan pembiayaan anggaran di angka Rp 298,5 atau 43,3 persen.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana Kepresidenan

Purbaya Pastikan Anggaran Sekolah Rakyat dari APBN Berjalan Optimal

Purbaya menegaskan komitmen negara dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui dukungan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut