Menhub Sebut KRL Sempat Terhenti di Bekasi Timur karena Kerumunan Sebelum Ditabrak Argo Bromo

Komisi V DPR rapat kerja bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi
Sumber :
  • Yeni Lestari/VoxPop

Jakarta, VoxPop – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkap KRL Commuter Line 5568A sempat terhenti di Stasiun Bekasi Timur karena adanya kerumunan warga sebelum akhirnya ditabrak oleh Kereta Api Argo Bromo Anggrek pada 27 April 2026.

img_title Menhub Dudy Ungkap Perpres Ojol Terbit Sebelum 17 Agustus, Ini Bocorannya

Warga berkerumun karena sebuah mobil taksi listrik mogok di tengah rel di perlintasan sebidang dan tertemper KRL 5181B relasi Cikarang-Jakarta.

Hal itu diungkap Dudy dalam rapat bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Mei 2026.

img_title Menhub Pede Rusia dan China Bakal Investasi di Proyek Trans-Kalimantan

"Timbul kerumunan di mana warga melihat lokasi kecelakaan tersebut atau temperan tersebut," kata Dudy dalam rapat. 

Dudy menyebut KRL 5568A sejatinya sudah mengalami keterlambatan 8 menit sebelum tiba di Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.49 WIB. 

img_title Menhub Dudy Jamin Pemenuhan Seluruh Hak Para Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II

Kereta tersebut, kata Dudy sempat berangkat dari Stasiun Bekasi Timur. Namun, berhenti setelah melihat adanya kerumunan warga di sekitar rel.

"Kereta tersebut sempat berangkat, namun terhenti atau berhenti karena adanya kerumunan di depan untuk melihat kejadian temperan tersebut," ungkap dia.

Tak lama berhenti, KA Argo Bromo Anggrek melintas dari Stasiun Bekasi pukul 20.51, tiga menit lebih awal dari jadwal. Dudy menyebut Argo Bromo berangkat dengan kecepatan 108 km/jam hingga akhirnya menabrak KRL 5568A di Stasiun Bekasi Timur pukul 20.52 WIB. 

"Selanjutnya, Kereta Api Argo Bromo melintasi Stasiun Bekasi pukul 20.51, lebih awal 3 menit dari jadwal dengan kecepatan 108 km/jam. Tumburan terjadi pada jam 20.52," tutur dia.

Sejauh ini, penyidik kepolisian terus memburu fakta di balik kecelakaan beruntun yang merenggut 16 nyawa tersebut. Polisi sejauh ini sudah memeriksa 39 orang saksi dari berbagai pihak.

Mulai dari saksi pelapor, korban selamat, warga di sekitar lokasi kejadian, pihak operasional kereta api, pengemudi dan operasional taksi online, hingga instansi terkait turut dimintai keterangan.

"Pemeriksaan lanjutan difokuskan tentang unsur teknis perkeretaapian, instansi terkait, serta pihak yang berkaitan dengan operasional kendaraan taksi online," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto.

Tak hanya itu, pada Jumat hari ini penyidik Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya kembali memeriksa tiga saksi penting dari PT KAI Daop 1 Manggarai.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut