Menkeu Purbaya Tak Diganti, Rupiah dan IHSG Tiba-tiba Kompak Meledak!
- dok. istimewa
Sementara, Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti mengatakan, penguatan IHSG tidak lepas dari persepsi investor terhadap prospek ekonomi dan stabilitas kebijakan fiskal nasional.
"Yang utama, jika aliran modal besar masuk ke Indonesia dan devisa negara banyak, maka nilai rupiah tidak terdepresiasi," ujar Esther
Ia menjelaskan, untuk bisa menarik aliran modal masuk, Indonesia harus memenuhi sejumlah syarat mendasar yang menjadi pertimbangan investor global.
Pertama, kepastian hukum untuk berbisnis di Indonesia. Kedua, prospek ekonomi pasar yang baik. Ketiga, ketersediaan bahan baku yang memadai.
"Keempat, ekosistem yang mendukung. Kelima, integrasi rantai pasok global. Keenam, ketersediaan infrastruktur energi, listrik, air dan lainnya yang baik. Ketujuh, harmonisasi peraturan antar instansi baik pusat maupun daerah," paparnya.
Ia menegaskan, stabilitas di level kementerian, memberi sinyal positif bagi investor karena mengurangi ketidakpastian kebijakan jangka pendek.
Menurutnya, jika ketujuh faktor tersebut bisa dipenuhi, maka aliran modal asing akan lebih mudah masuk dan memperkuat nilai tukar rupiah serta pasar modal domestik.
