Danantara Buka Skema Investasi, Dony Oskaria Tegaskan Aset BUMN Tak Dipakai dan Tetap Terlindungi

COO Danantara Dony Oskaria.
Sumber :
  • Istimewa.

Jakarta, VoxPop – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memastikan aktivitas investasi yang dilakukan lembaga tersebut tidak akan mengganggu maupun membahayakan aset-aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kepastian itu disampaikan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, yang menegaskan bahwa sejak awal pembentukan, Danantara telah dirancang dengan mekanisme perlindungan risiko yang jelas melalui pemisahan fungsi pengelolaan aset dan investasi.

img_title Purbaya Pede Ekonomi Sepanjang 2026 Bakal Tumbuh hingga 6 Persen, Begini Strateginya

Menurut Dony, pemisahan tersebut menjadi fondasi utama dalam desain kelembagaan Danantara. Dengan skema itu, risiko yang muncul dari aktivitas investasi tidak akan secara langsung berdampak pada perusahaan-perusahaan negara yang berada di bawah pengelolaan Danantara.

“Dari awal kita sudah mendesain, kita pecah. Di Danantara itu ada dua, Danantara Asset Management sebagai konsolidator BUMN, dan Danantara Investment Management sebagai investment arms-nya,” kata Dony Oskaria dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu, 14 Juni 2026.

img_title Danantara Housing Expo 2026 Tawarkan Promo Spesial KPR dengan DP Mulai 1 %

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap pengelolaan aset negara dan peran Danantara sebagai lembaga yang mengelola portofolio BUMN sekaligus melakukan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pengelolaan Aset dan Investasi Dibuat Terpisah

img_title Rumah BUMN Pertamina Perluas Akses Pasar hingga Dorong Digitalisasi UMKM di Sulawesi Tengah

Dony menjelaskan bahwa Danantara dibangun dengan dua fungsi utama yang memiliki peran berbeda namun saling melengkapi.

Fungsi pertama dijalankan melalui Danantara Asset Management yang bertugas mengelola dan mengonsolidasikan portofolio perusahaan-perusahaan BUMN. Sementara fungsi kedua berada di bawah Danantara Investment Management yang berperan sebagai lengan investasi lembaga tersebut.

Menurutnya, pemisahan tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan perusahaan-perusahaan negara yang menjadi bagian dari portofolio Danantara.

Dengan desain tersebut, risiko investasi tidak secara otomatis memengaruhi aset-aset BUMN yang menjadi sumber kekuatan utama Danantara.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan dan keberlanjutan Danantara sangat bergantung pada kualitas pengelolaan perusahaan-perusahaan negara yang berada di bawah naungannya.

Dana Investasi Berasal dari Dividen BUMN

Dony juga meluruskan anggapan bahwa investasi Danantara dilakukan dengan menggunakan aset pokok milik BUMN.

Menurutnya, sumber dana investasi yang digunakan bukan berasal dari aset inti perusahaan negara, melainkan dari dividen yang dihasilkan oleh BUMN yang dikelola secara sehat dan produktif.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut