IHSG Meledak 5 Persen usai AS-Iran Berdamai, Investor Borong Saham Saat Risiko Pasar Mereda

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (foto ilustrasi)
Sumber :
  • VoxPop/M Ali Wafa

Namun setelah muncul kesepakatan damai, investor mulai melakukan rotasi portofolio dengan kembali meningkatkan porsi investasi pada aset berisiko yang menawarkan potensi keuntungan lebih tinggi.

img_title IHSG Berbalik Menguat ke Level 6.110, Investor Cermati Sinyal The Fed hingga Memanasnya Konflik Timur Tengah

Indonesia sebagai salah satu pasar negara berkembang turut merasakan dampak positif dari perubahan sentimen tersebut.

Penguatan IHSG juga terjadi seiring reli yang berlangsung di berbagai bursa saham utama Asia.

img_title Raup Rp 2,4 Triliun dari Penerbitan Samurai Bond di Jepang, Surge & Weave Perluas Jaringan FTTH

Bursa Asia Ikut Menghijau

Tidak hanya Indonesia, sejumlah indeks saham utama di kawasan Asia juga mencatat kenaikan pada perdagangan Senin.

img_title IHSG Tertekan Lagi, Ditutup di 6.100 pada Perdagangan Sesi II Sore Ini

Indeks Nikkei Jepang melonjak 5,15 persen hingga mencapai 69.423,00. Sementara itu, indeks Shanghai menguat 0,98 persen ke level 4.070,92.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 0,58 persen menjadi 24.860,00. Adapun indeks Strait Times Singapura turut menguat 1,03 persen ke posisi 5.077,34.

Penguatan serempak di berbagai bursa tersebut menunjukkan bahwa pasar regional merespons positif perkembangan geopolitik terbaru yang dianggap mampu mengurangi tekanan terhadap ekonomi global.

Detail Kesepakatan Damai

Sebagai informasi, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran telah tercapai.

Pakistan saat ini tengah mempersiapkan proses penandatanganan elektronik perjanjian damai sebelum dilanjutkan dengan pembahasan teknis.

Penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026 di Swiss.

Kesepakatan tersebut mencakup sejumlah poin penting, antara lain pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap Iran, pelepasan aset Iran senilai 25 miliar dolar AS yang sebelumnya dibekukan, serta komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir selama proses negosiasi lanjutan berlangsung.

Berita tersebut menjadi faktor utama yang mendorong optimisme pelaku pasar global sepanjang awal pekan ini.

Investor Juga Menunggu Agenda Domestik

Di tengah sentimen positif dari luar negeri, pelaku pasar Indonesia juga mencermati sejumlah agenda penting dari dalam negeri.

Investor saat ini menantikan hasil Global Market Accessibility Review dari MSCI serta rebalancing indeks FTSE yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026.

Selain itu, perhatian pasar juga tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan digelar pada Kamis, 18 Juni 2026.

Pasar memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut