Naik Turun Harga LNG Ditegaskan Mengacu pada Harga Minyak Dunia

Ilustrasi tambang minyak dan gas
Sumber :
  • VoxPop/Davro

Jakarta VoxPop – Penyesuaian harga energi di tengah dinamika akibat geopolitik seperti saat ini merupakan tantangan yang perlu dihadapi bersama. Terutama untuk harga energi non-subsidi termasuk gas alam cair atau LNG.

img_title PS5 Resmi Tembus 95,3 Juta Unit Secara Global, Persaingan Game Konsol Semakin Ketat!

Praktisi Migas Widhyawan Prawiraatmadja mengungkapkan, harga LNG berbasis spot, dan dipastikan mengalami kenaikan karena indeks harga acuan untuk di kawasan Asia Pasifik yaitu Japan Korea Marker (JKM) price mengalami lonjakan cukup signifikan.

”Harga perolehan LNG tergantung dari apakah berdasarkan kontrak atau beli spot (dadakan). Spot bisa lebih murah atau lebih mahal seperti kondisi sekarang. Kalau mengikuti harga pasar ya naik turun harga adalah hal yang biasa, dan itu yang dihadapi oleh seluruh pengguna LNG,” ungkap Wawan, sapaan akrabnya, dikutip Rabu, 24 Juni 2026.

img_title Harga Emas Hari Ini 31 Juli 2026: Produk Antam Meroket, Global Bervariasi

Dia menjabarkan bahwa saat ini data pasar mencatat indeks JKM sepanjang 2026 ini telah mengalami kenaikan mencapai sekitar 111 persen. ”Jadi memang naik cukup tinggi,” tegasnya.

Kenaikan tersebut turut mendorong kenaikan Indonesian Crude Price (ICP) yang ditetapkan pemerintah Indonesia berbasis JCC dan Brent secara proporsional. Pada April 2026, ICP bahkan tercatat naik sekitar 99% dibandingkan rencana awal tahun.

img_title 9 Motor Royal Enfield Mejeng di GIIAS 2026, Segini Harganya

Selain berbasis spot, Wawan yang merupakan Gubernur Indonesia untuk OPEC (2015 – 2016) menjelaskan harga LNG bisa berdasarkan kontrak kesepakatan penjual dan pembeli. ”Pembeli yang mempunyai kesepakatan berdasarkan kontrak biasanya menggunakan basis harga minyak (oil index)” terangnya.

Selain itu kontrak-kontrak LNG yang berasal dari Indonesia saat ini masih terikat kontrak ekspor, sehingga untuk menghindari kondisi yang lebih merugikan maka perlu dilakukan kesepakatan yang tetap menjaga pemenuhan kontraktual ekspor.

Di Indonesia, acuan untuk kesepakatan harga jual beli berdasarkan kontrak ini mengacu pada ICP. Sedangkan di luar negeri umumnya mengacu pada harga Brent. ”Misal atas dasar presentase dari harga minyak, itu disebut slope. Presentase bervariasi tergantung kapan kontrak tersebut dinegosiasikan dan ditandatangani. Kalau supply lagi banyak slope cenderung mengecil dan begitu sebaliknya,” ujar pengajar di Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

Wawan mengungkapkan dalam situasi saat ini, kenaikan harga LNG bukan hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di semua negara termasuk negara-negara berkembang di kawasan.  Data pasar menunjukkan, harga LNG industri di Filipina saat ini mencapai sekitar USD 28,50 per MMBTU (S&P Global / Shell FGEN 2026) dan di Vietnam sekitar USD 27,81 per MMBTU (Petrovietnam / IEEFA 2026). 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut