Respons Laporan MSCI, Airlangga: Bursa RI Masih Penuhi Karakteristik Pasar Modal Negara Berkembang

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
Sumber :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Jakarta, VoxPop – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menilai, keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market, menunjukkan aksesibilitas pasar modal yang tetap terjaga.

img_title Raup Rp 2,4 Triliun dari Penerbitan Samurai Bond di Jepang, Surge & Weave Perluas Jaringan FTTH

Menurutnya, keputusan MSCI tersebut menegaskan bahwa pasar modal Indonesia masih memenuhi karakteristik utama sebagai pasar negara berkembang.

"Dan tetap menjadi bagian dari kelompok negara tujuan investasi global,” kata Airlangga dalam keterangannya, Kamis, 25 Juni 2026.

img_title Demutualisasi BEI Jadi Strategi Perkuat Pasar Modal, Ini Penjelasannya

MSCI

Photo :
  • MSCI

Diketahui, lembaga penyedia indeks global, MSCI, dalam hasil MSCI 2026 Market Classification Review yang diumumkan pada 23 Juni 2026, tidak mereklasifikasi Indonesia maupun membuka konsultasi terkait kemungkinan perubahan status dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

img_title Empat Negara Dikecualikan dari Aturan Soal DHE SDA, Airlangga Beberkan Alasannya

Namun, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah terus mencermati sejumlah masukan MSCI, untuk memperkuat kualitas tata kelola pasar modal. Dimana, MSCI menyoroti perlunya peningkatan transparansi struktur kepemilikan saham, dan integritas pembentukan harga di pasar.

Menurut MSCI, investor institusi global masih memiliki kekhawatiran terkait keterbukaan informasi kepemilikan saham, serta indikasi perdagangan terkoordinasi (coordinated trading) yang berpotensi mempengaruhi penilaian free float dan keandalan harga pasar sebagai acuan investasi.

Di sisi lain, MSCI mengapresiasi sejumlah reformasi yang telah dilakukan pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Reformasi tersebut antara lain peningkatan keterbukaan identitas pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen, penyempurnaan klasifikasi investor, penerapan kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta penerapan roadmap peningkatan minimum free float secara bertahap menjadi 15 persen.

Pemerintah bersama OJK, BEI, KSEI, dan Bank Indonesia berkomitmen mempercepat pelaksanaan berbagai agenda reformasi sebelum evaluasi berikutnya pada siklus MSCI Index Review November 2026.

Langkah tersebut mencakup penguatan pengawasan pasar, peningkatan transparansi kepemilikan saham, penyempurnaan tata kelola perusahaan tercatat, penguatan integritas perdagangan, serta penegakan hukum yang lebih efektif.

Airlangga menuturkan, pemerintah juga akan terus menjaga komunikasi aktif dengan MSCI dan investor global guna memastikan kemajuan reformasi tercermin dalam penilaian aksesibilitas pasar Indonesia.

Selain itu, pemerintah akan melanjutkan upaya pendalaman pasar keuangan untuk meningkatkan likuiditas, memperluas basis investor domestik, memperkuat kualitas pembentukan harga, dan meningkatkan efisiensi pasar. Airlangga menegaskan, hasil tinjauan MSCI tahun ini menjadi momentum untuk mempercepat reformasi pasar modal nasional.

“Indonesia yang tetap berstatus Emerging Market menunjukkan fundamental ekonomi nasional dan aksesibilitas pasar Indonesia tetap kuat. Pemerintah menghargai masukan MSCI sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas pasar modal," kata Airlangga.

"Fokus kami adalah memastikan setiap agenda reformasi tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi benar-benar diimplementasikan secara konsisten sehingga memberi dampak nyata terhadap transparansi, integritas pasar, dan kepercayaan investor,” ujarnya.

Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta. (Foto ilustrasi)

IHSG Ditutup Melesat 1,56 Persen ke Level 6.186 Hari Ini!

IHSG ditutup menguat 1,56 persen ke level 6.186,36 pada perdagangan 30 Juli 2026. Penguatan didorong saham bank besar dengan transaksi Rp12,43 triliun.

img_title
VoxPop.co.id
30 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut