IHSG Dibuka Menguat Coba Break Resistance Serupa Bursa Asia, Wall Street Bergerak Variatif
- Antara
Jakarta, VoxPop – IHSG dibuka menguat 17 poin atau 0,30 persen di level 5.893 pada pembukaan perdagangan Senin, 6 Juli 2026.
Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi break resistance pada perdagangan hari ini.
"IHSG berpotensi mencoba break resistance di 5.900-5.950 dengan target kenaikan di 6.000-6.150," kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 6 Juli 2026.
Ilustrasi IHSG.
- VoxPop/Muhamad Solihin
Dia mengatakan, Bursa Asia menguat pada perdagangan Jumat pekan lalu. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,47 persen dan Topix menguat 1,24 persen. Sejalan, Hang Seng Hong Kong menguat 1,28 persen, Taiex Taiwan naik 0,08 persen, dan \ASX 200 Australia bertambah 1,37 persen.
Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi rebound, melesat 5,76 persen dan Kosdaq menguat 0,19 persen. Di sisi lain, FTSE Straits Times naik 0,26 persen dan FTSE Malay KLCI meningkat 1,04 persen.
Penguatan tersebut seiring investor terus melakukan rotasi dari saham teknologi, mengikuti penurunan pada Wall Street.
Sektor semikonduktor turun untuk hari kedua berturut-turut, membebani dua indeks Nasdaq tersebut. Di sisi lain, pasar AS tutup pada hari Jumat untuk libur Hari Kemerdekaan.
"Support IHSG berada di level 5.780-5.850 sementara resist IHSG di rentang 5.950-6.000," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones Industrial Average mencetak rekor all time high (ATH), setelah data tenaga kerja AS yang melemah dari perkiraan menyebabkan harapan The Fed akan menahan kenaikan suku bunga.
Di sisi lain, Nasdaq justru melemah akibat aksi jual besar-besaran pada saham semikonduktor. Indeks Dow Jones melonjak 1,14 persen, S&P 500 ditutup hamper stagnan pada level 7.483,24, sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,8 persen.
