Donald Trump Batal Kenakan Biaya 20% untuk Kargo di Selat Hormuz, Pilih Kejar Investasi Jumbo dari Negara Teluk

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih
Sumber :
  • White House

Jakarta, VoxPop – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana pengenaan biaya sebesar 20 persen terhadap seluruh pengiriman kargo yang melintasi Selat Hormuz. Sebagai gantinya, Trump memilih mendorong kesepakatan perdagangan dan investasi bernilai besar dengan negara-negara di kawasan Teluk.

img_title Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

Keputusan tersebut diumumkan di tengah memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang sempat mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz serta memicu kenaikan harga minyak dunia.

Trump menyampaikan kebijakan barunya melalui akun media sosial Truth Social. Ia menegaskan bahwa rencana pengenaan biaya terhadap kapal-kapal kargo tidak akan diterapkan dan akan digantikan dengan kerja sama ekonomi yang lebih luas.

img_title Donald Trump Rilis Pernyataan Lengkap soal Klaim Hamas Sepakat Lucuti Senjata, Israel Masih Bungkam

"Saya telah memutuskan untuk mengganti Biaya Penggantian Amerika Serikat sebesar 20% dengan Kesepakatan Perdagangan dan Investasi yang akan dilakukan berbagai Negara Teluk ke Amerika Serikat," tulis Trump, seperti dikutip BBC, Rabu, 15 Juli 2026.

Ia menambahkan bahwa investasi dari negara-negara Teluk ke Amerika Serikat diperkirakan akan bernilai sangat besar.

img_title Trump Umumkan Kesepakatan Pelucutan Senjata Hamas di Gaza

"Investasi tersebut akan sangat besar, tetapi pada saat yang sama, sangat baik bagi mereka dan masa depan mereka," lanjut Trump tanpa menjelaskan lebih lanjut bentuk maupun nilai kerja sama yang dimaksud.

Rencak na Biaya 20 Persen Resmi Dibatalkan

Sebelumnya, rencana pengenaan biaya sebesar 20 persen terhadap seluruh pengiriman kargo di Selat Hormuz sempat menjadi perhatian karena berpotensi menambah biaya logistik dan perdagangan internasional.

Namun, Trump akhirnya memutuskan untuk membatalkan kebijakan tersebut. Ia memilih pendekatan melalui kerja sama perdagangan dan investasi dengan negara-negara Teluk sebagai pengganti.

Keputusan itu muncul setelah konflik terbaru antara Amerika Serikat dan Iran menyebabkan terganggunya aktivitas pelayaran di salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia.

Trump Sebut Selat Hormuz Kembali Terbuka

Dalam pernyataannya, Trump juga mengklaim bahwa kondisi di Selat Hormuz kini telah kembali normal.

Ia menyebut jalur pelayaran strategis tersebut telah terbuka bagi seluruh kapal, kecuali milik Iran.

Trump juga mengatakan distribusi minyak kembali berjalan lancar berkat kekuatan militer Amerika Serikat.

"Minyak kembali mengalir seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya, berkat kekuatan militer Amerika Serikat yang luar biasa," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut