Kopdes Merah Putih Bakal Jadi Pusat Layanan Ekonomi Masyarakat: Mulai dari Sembako hingga Serap Hasil Pertanian
- Antara.
Jakarta, VoxPop – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) disiapkan menjadi pusat layanan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan melalui integrasi berbagai layanan yang dibutuhkan warga.
Ia menjelaskan melalui KDMP masyarakat nantinya dapat mengakses berbagai kebutuhan, mulai dari sembako, penyaluran pupuk dan LPG bersubsidi, layanan kesehatan melalui apotek dan klinik, hingga penyerapan hasil pertanian dan perikanan.
"Dengan demikian, berbagai layanan tersebut dapat dijalankan secara terintegrasi sehingga rantai distribusi menjadi lebih pendek, lebih efisien, dan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat,” ujar Ferry saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Jumat.
Selain berfungsi sebagai badan usaha koperasi, Ferry menyampaikan KDMP juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai program dan layanan pemerintah.
Menurut dia, dengan pengelolaan yang profesional dan berbasis kebutuhan masyarakat, KDKMP diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi, memperkuat posisi tawar petani, nelayan, dan pelaku usaha, serta menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat desa dan kelurahan.
Ferry mengatakan pemerintah menargetkan sekitar 40.000 KDMP beroperasi hingga akhir 2026.
Sejalan dengan target tersebut, koperasi-koperasi itu akan mengembangkan enam gerai usaha utama sebagai bagian dari model bisnis yang diterapkan secara bertahap sesuai dengan kesiapan masing-masing.
Enam gerai tersebut yaitu gerai sembako, apotek desa, klinik desa, unit usaha simpan pinjam, kantor koperasi, serta pergudangan dan logistik.
Ia menambahkan masyarakat nantinya diharapkan dapat mengakses berbagai layanan melalui KDMP, termasuk kebutuhan pokok, pupuk dan LPG bersubsidi, serta layanan kesehatan.
Konsep tersebut, lanjut Ferry, diharapkan dapat membuat masyarakat memperoleh berbagai kebutuhan dan layanan dalam satu ekosistem koperasi, sekaligus memperkuat peran KDMP sebagai penggerak ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
Salah satu implementasi konsep tersebut telah berjalan di KDMP Tamanmartani, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Koperasi yang mulai beroperasi sejak Juli 2025 itu telah mengembangkan sejumlah unit usaha, antara lain gerai sembako, usaha pertanian, klinik, apotek, serta budi daya ikan.
Selain melayani kebutuhan masyarakat, KDMP Tamanmartani juga memasok bahan kebutuhan bagi lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
