Bank BSN Targetkan Total Aset Capai Rp87 Triliun Akhir 2026

BSN.
Sumber :
  • Dokumentasi BSN.

Jakarta, VoxPop – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menetapkan peta jalan bisnis ekspansif dengan membidik total aset mencapai kisaran Rp87 triliun hingga akhir tahun 2026. Target optimistis tersebut ditetapkan setelah Bank BSN melesat menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia pada Semester I-2026.

img_title Buka Akses Ojol hingga Pedagang Kelontong Miliki Rumah, BSN Kuasai 24 % Pangsa Pasar KPR Subsidi

Berdasarkan laporan kinerja teranyar, total aset BSN per Juni 2026 melonjak 20,1% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp78,8 triliun dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp65,6 triliun. Realisasi ini melampaui target paruh pertama 2026 dengan tingkat pencapaian mencapai 100,8%.

Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, menjelaskan kemandirian entitas ini menjadi momentum penting bagi perseroan untuk merespons dinamika pasar secara lebih lincah, sejalan dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Danantara.

img_title Bukukan Kinerja Positif, Aset bank bjb Tembus Rp 228,2 Triliun dan Laba Tumbuh 58,8 %

"Pada tahun 2026, Bank BSN menargetkan total aset sekitar Rp87 triliun, pembiayaan sekitar Rp66 triliun, dan dana pihak ketiga (DPK) sekitar Rp69 triliun, dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan dan kinerja profitabilitas," ujar Alex di Bandung usai membuka acara Business Review Forum Semester I Tahun 2026 dikutip dari keterangannya, Senin, 20 Juli 2026.

Pada acara yang berlangsung tanggal 16 dan 17 Juli 2026 tersebut turut mengundang Ignatius Jonan Menteri Kabinet Kerja 2014-2019 dan Agus Dwi Handaya Managing Director Human Capital Danantara Aset Management masing-masing sebagai expert talk memberikan sharing terkait transformasi bisnis dan SDM.

img_title Perkuat Pengamanan Aset Strategis Negara, PTPN III dan Baharkam Polri Jalin Sinergi

Lompatan aset Bank BSN disokong oleh fungsi intermediasi yang bergerak agresif. Penyaluran pembiayaan perseroan meroket 23,0% YoY menjadi Rp59,6 triliun per Juni 2026, atau telah memenuhi 99,2% dari target semesteran.

Portofolio pembiayaan Bank BSN ditopang kuat oleh sektor perumahan (mortgage exposure) yang mencakup hingga 93% dari total intermediasi. Secara rinci, porsi KPR Subsidi mendominasi sebesar Rp37,19 triliun, disusul KPR Nonsubsidi Rp18,36 triliun, Yasa Griya Rp1,97 triliun, Non-Yasa Griya Rp1,28 triliun, dan sektor Non-KPR sebesar Rp0,81 triliun.

Di segmen KPR bersubsidi, Bank BSN membidik penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 73.700 unit sepanjang tahun 2026. Hingga Juni 2026, perseroan telah merealisasikan pembiayaan untuk 27.888 unit KPR FLPP.

Dari sisi pendanaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) per Juni 2026 terkumpul kokoh sebesar Rp61,6 triliun (tumbuh 11,5% YoY). Pertumbuhan dana murah juga dipacu oleh akselerasi digital melalui aplikasi mobile banking "Bale Syariah by BSN". 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut