IHSG Dibuka Menguat Dibayangi Koreksi, Wall Street & Bursa Asia Anjlok Imbas Aksi Jual Saham AI
- VoxPop/Muhamad Solihin
Jakarta, VoxPop – IHSG dibuka menguat 21 poin atau 0,36 persen di level 6.197 pada pembukaan perdagangan Senin, 20 Juli 2026.
Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi terkoreksi pada perdagangan hari ini.
"IHSG masih rentan terkoreksi hari ini, sepanjang gagal break resistance di 6.200-6.300," kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 20 Juli 2026.
IHSG
- Antara
Bursa Asia kompak melemah pada perdagangan Jumat pekan lalu. Indeks Nikkei 225 Jepang merosot 4,03 persen dan Topix melemah 2,72 persen. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong turun 1,78 persen, Taiex Taiwan anjlok 6,47 persen, dan ASX 200 Australia berkurang 0,50 persen.
Di sisi lain, FTSE Straits Times turun 0,54 persen dan FTSE Malay KLCI naik 0,54 persen. Sedangkan, pasar saham Korea Selatan tutup karena hari libur umum.
Penurunan bursa Asia terjadi dengan saham teknologi Jepang yang anjlok, karena penurunan baru pada saham semikonduktor AS yang meluas ke seluruh Asia. Hal itu menggarisbawahi meningkatnya kekhawatiran terhadap belanja AI.
Di Jepang, saham SoftBank turun 8,8 persen, sementara pembuat peralatan chip Tokyo Electron anjlok 9 persen, dan saham Advantest turun 9,4 persen.
"Support IHSG berada di level 6.050-6.100 sementara resist IHSG di rentang 6.200-6.300," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street kembali ditutup melemah pada perdagangan Jumat pekan lalu. Tekanan terutama datang dari aksi jual saham-saham semikonduktor dan teknologi, di tengah meningkatnya persaingan AI dari China serta memanasnya kembali konflik AS-Iran.
Indeks S&P 500 jatuh 1,01 persen, Nasdaq Composite melemah 1,4 persen, dan Dow Jones Industrial Average turun 0,77 persen.
Di sisi lain, eskalasi konflik AS-Iran kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Harga minyak mentah melonjak setelah kedua negara kembali saling melancarkan serangan. Iran juga mengklaim telah menyerang pasukan militer AS di Suriah dan Bahrain, sehingga memperluas eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
