Rapat Bareng Dirut Pertamina, Purbaya Pastikan Penyaluran Pertalite dan LPG 3 Kg Lebih Tepat Sasaran

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Sumber :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Jakarta, VoxPop – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan tengah membahas mengenai pemanfaatan teknologi untuk memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan LPG 3 kilo gram (kg) lebih tepat sasaran.

img_title Terminal LPG Tanjung Sekong Jaga Pasokan 40 Persen Kebutuhan LPG Nasional

Pembahasan itu dilangsungkan saat menggelar pertemuan dengan Direktur Utama (Dirut) Pertamina Simon Aloysius Mantiri di Kantor Kementerian Keuangan.

"Utamanya gimana, mungkin saya pengen tahu gimana teknologi yang mau dipakai untuk membatasi, bukan membatasi, supaya subsidinya tepat sasaran," ujar Purbaya ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026.

img_title Wadirut Pertamina Bagikan Upaya Pertamina Mendukung Ketahanan Energi Nasional

Purbaya menjelaskan pihaknya ingin memastikan bahwa BBM subsidi dapat dinikmati oleh masyarakat yang berhak menerima sehingga volume penyalurannya juga dapat terkendali.

Ia menyebut saat ini BBM subsidi seperti Pertalite maupun LPG 3 kg masih banyak digunakan oleh kelompok masyarakat kelas menegah ke atas.

img_title Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Bersih Lewat Kolaborasi Pengolahan Sampah Menjadi Hidrogen Rendah Karbon

"Kan semua orang, yang kaya juga bisa ambil Pertalite atau gas (LPG 3 kg) misalnya. Dia punya teknologi, saya pengen lihat teknologinya bagaimana sih, penerapan seperti apa," ungkap Purbaya.

Ketika ditanya soal potensi menaikkan harga BBM subsidi seiring kenaikan harga minyak mentah di tingkat global, Purbaya memastikan bahwa tidak ada pembahasan terkait hal tersebut dan memastikan akan tetap menjaga harga BBM subsidi tetap di level saat ini.

"Tidak. Yang kita pastikan subsidinya tepat sasaran, sehingga bisa terkendali volumenya. Nanti kalau itu, kita tunggu si Pertamina mau ngusulin apa, hal-hal yang lain saya akan lihat nanti," ujar Purbaya.

Sebelumnya, pemerintah tengah menyiapkan skema baru distribusi BBM subsidi supaya lebih tepat sasaran, salah satunya mencakup pembatasan pembelian Pertalite dan Solar subsidi atau Biosolar.

Pembatasan itu akan dilakukan berdasarkan jenis kendaraan dan kapasitas mesin atau cubic centimeter (CC) kendaraan.

Seiring dengan itu, Kementerian ESDM tengah merevisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM.

Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan transformasi subsidi LPG 3 kg dari skema berbasis komoditas menjadi berbasis penerima manfaat, yang penyalurannya nanti akan mengacu pada data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). (ant)

BBM Non-Subsidi turun harga Pertamax Series dan Dex Series

Harga Pertamax Turun Jadi Rp 15.950 per Liter Mulai 1 Agustus 2026, Intip Daftar Lengkapnya

Harga Pertamax mengalami penurunan dari Rp16.250 per liter pada Juli 2026, menjadi Rp15.950 per liter mulai 1 Agustus 2026. Harga Pertamax Green juga ikut turun.

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut